SITUBONDO JATIM - Kawasan hutan Taman Nasional (TN) Baluran di Kecamatan Banyuputih kembali terbakar. Kobaran api menghanguskan lantai hutan jati hingga seluas 2,5 hektare. Tidak ada kerugian karena yang terbakar hanya rumput kering, selasah, dan semak belukar. Namun kebakaran hutan baluran ini membawa dampak polusi udara.


"Dampaknya jelas menimbulkan polusi udara. Yang terbakar sekitar 2,5 hektare. Proses pemadaman dilakukan secara manual sampai lebih 2 jam," kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Minggu (4/10/2020) dini hari.

Keterangan yang diperoleh, insiden kebakaran hutan Baluran itu diketahui sekitar pukul 20.00 Wib Sabtu (3/10) malam. Kobaran api membakar lantai hutan jati di Blok Gadungan Resort Bitakol Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah ( SPTNW ) Bekol, di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.

Tahu hutan Baluran terbakar, petugas TN Baluran bersama masyarakat peduli api (MPA) dengan cepat menuju TKP. Mereka berupaya melakukan pemadaman secara manual, agar api tidak meluas dan merembet ke area lain. Upaya petugas tidak sia-sia. Sekitar pukul 22.15 WIB api yang membakar rerumputan kering, selasah dan semak belukar itu berhasil dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut. Sebab, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari pemukiman penduduk. Di musim kemarau seperti sekarang, kebakaran hutan Baluran kerap terjadi. Sebab, lantai hutan, baik dedaunan pohon jati yang jatuh, semak belukar, maupun rerumputan, kondisinya kering kerontang. Sehingga cukup mudah tersulut api.

"Untuk penyebab kebakaran, dugaan sementara dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab. Baik dengan membuang puntung rokok sembarangan maupun sengaja membakar, lalu ditinggal pergi," tandas Puriyono.

Sumber : detik.com

Hutan Jati Baluran di Situbondo Terbakar

SITUBONDO JATIM - Kawasan hutan Taman Nasional (TN) Baluran di Kecamatan Banyuputih kembali terbakar. Kobaran api menghanguskan lantai hutan jati hingga seluas 2,5 hektare. Tidak ada kerugian karena yang terbakar hanya rumput kering, selasah, dan semak belukar. Namun kebakaran hutan baluran ini membawa dampak polusi udara.


"Dampaknya jelas menimbulkan polusi udara. Yang terbakar sekitar 2,5 hektare. Proses pemadaman dilakukan secara manual sampai lebih 2 jam," kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Minggu (4/10/2020) dini hari.

Keterangan yang diperoleh, insiden kebakaran hutan Baluran itu diketahui sekitar pukul 20.00 Wib Sabtu (3/10) malam. Kobaran api membakar lantai hutan jati di Blok Gadungan Resort Bitakol Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah ( SPTNW ) Bekol, di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.

Tahu hutan Baluran terbakar, petugas TN Baluran bersama masyarakat peduli api (MPA) dengan cepat menuju TKP. Mereka berupaya melakukan pemadaman secara manual, agar api tidak meluas dan merembet ke area lain. Upaya petugas tidak sia-sia. Sekitar pukul 22.15 WIB api yang membakar rerumputan kering, selasah dan semak belukar itu berhasil dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut. Sebab, lokasi kebakaran berada cukup jauh dari pemukiman penduduk. Di musim kemarau seperti sekarang, kebakaran hutan Baluran kerap terjadi. Sebab, lantai hutan, baik dedaunan pohon jati yang jatuh, semak belukar, maupun rerumputan, kondisinya kering kerontang. Sehingga cukup mudah tersulut api.

"Untuk penyebab kebakaran, dugaan sementara dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab. Baik dengan membuang puntung rokok sembarangan maupun sengaja membakar, lalu ditinggal pergi," tandas Puriyono.

Sumber : detik.com