Seorang kepala desa di Garut dipolisikan lantaran diduga memperkosa gadis di bawah umur. Gadis tersebut diketahui merupakan anak mantan tim sukses sang kades.

Pihak kepala desa angkat bicara. Pengacara kades, Syam Yousef membantah kliennya melakukan tindakan pemerkosaan seperti yang dituduhkan.

"Jelas kami membantah. Kejadian itu tidak benar," ucapnya kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Yousef menjelaskan, kliennya tidak pernah melakukan tindakan asusila terhadap gadis di bawah umur yang diketahui berusia 13 tahun itu.

Dia menilai banyak kejanggalan dalam pelaporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh kades.

"Keterangannya (korban) banyak yang tidak masuk akal," ucap Yousef.

Kendati demikian, dia memastikan kliennya akan menghormati proses hukum. Kades di Kecamatan Cikelet itu juga bersedia untuk memenuhi panggilan polisi.

"Jelas kami sangat menghargai proses hukum," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum kepala desa dipolisikan lantaran diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis di bawah umur.

Aksi pemerkosaan itu disebut-sebut berlangsung beberapa kali mulai awal tahun 2020. Aksi pemerkosaan diduga dilakukan sang kades di rumah korban di Kecamatan Cikelet.

Belakangan diketahui, korban tak lain adalah anak dari salah seorang tim sukses kepala desa. Terkait hal tersebut, Yousef membenarkan.

"Betul, orang tuanya itu tim sukses kades," ujar Yousef.

Sumber : detik.com

Bejat, Kades Ini Tega Perkosa Gadis Dibawah Umur

Seorang kepala desa di Garut dipolisikan lantaran diduga memperkosa gadis di bawah umur. Gadis tersebut diketahui merupakan anak mantan tim sukses sang kades.

Pihak kepala desa angkat bicara. Pengacara kades, Syam Yousef membantah kliennya melakukan tindakan pemerkosaan seperti yang dituduhkan.

"Jelas kami membantah. Kejadian itu tidak benar," ucapnya kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Yousef menjelaskan, kliennya tidak pernah melakukan tindakan asusila terhadap gadis di bawah umur yang diketahui berusia 13 tahun itu.

Dia menilai banyak kejanggalan dalam pelaporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh kades.

"Keterangannya (korban) banyak yang tidak masuk akal," ucap Yousef.

Kendati demikian, dia memastikan kliennya akan menghormati proses hukum. Kades di Kecamatan Cikelet itu juga bersedia untuk memenuhi panggilan polisi.

"Jelas kami sangat menghargai proses hukum," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum kepala desa dipolisikan lantaran diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis di bawah umur.

Aksi pemerkosaan itu disebut-sebut berlangsung beberapa kali mulai awal tahun 2020. Aksi pemerkosaan diduga dilakukan sang kades di rumah korban di Kecamatan Cikelet.

Belakangan diketahui, korban tak lain adalah anak dari salah seorang tim sukses kepala desa. Terkait hal tersebut, Yousef membenarkan.

"Betul, orang tuanya itu tim sukses kades," ujar Yousef.

Sumber : detik.com