PEMALANG JATENG - Video yang memperlihatkan seorang wanita berkerudung dengan luka di bibir viral di media sosial. Perempuan dalam video itu merupakan tenaga kerja wanita (TKW) bernama Sumarkinah (47) yang bekerja di Jeddah, Arab Saudi, dan mengaku dipukuli majikan.

Video itu salah satunya diunggah oleh akun Tik Tok @borutoba6. Di video tersebut perempuan paruh baya itu menunjukkan lukanya dan meminta pertolongan.

"Aku dipukuli majikan Atun, ini darahnya banyak. Aku nggak terima," demikian cuplikan pernyataan perempuan tersebut seperti yang dilihat wartawan, Kamis (3/9/2020).

Di akun tersebut terdapat dua video lainnya. Di salah satu video, Sumarkinah meminta bantuan.

"Halo, assalamualaikum warrahmatullah hiwabarokatuh, teman-teman ini video tolong diberikan ke kepolisian," ujar Sumarkinah.

"Tolong aku dipukulin majikan," lanjutnya.

Dilansir dari detik.com, alamat yang disampaikan Sumarkinah dalam video itu yakni RT 01 RW 02, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang. Lurah Sugihwaras, Febri Djatmiko, membenarkan perempuan yang ada dalam video tersebut merupakan warganya.

"Iya itu benar, namanya Bu Sumarkinah, beliau warga kami. Adanya video itu, kita langsung mengklarifikasi ke pihak keluarga," kata Febri Djatmiko kepada wartawan.

Febri mengungkap, pihak desa sudah menemui anak pertama Sumarkinah yakni Ita Lestari. Kepada Febri, Ita bercerita setelah bercerai dari ayahnya, ibunya pergi merantau.

"Belakangan baru diketahui bahwa beliau (Sumarkinah) menjadi TKW di Jeddah," ungkap Febri.

Diwawancara terpisah, Ita mengaku baru mengetahui video sang ibu dari saudaranya yang bekerja di Taiwan. Sedangkan komunikasi terakhir dia dengan ibunya yakni pada Minggu (30/8).

Ita mengungkap ibunya dipukuli oleh anak majikannya. Peristiwa itu terjadi saat Sumarkinah menjenguk temannya, Atun yang bekerja di rumah anak majikannya.

Rumah majikan Sumarkinah dan Atun letaknya hanya bersebelahan. Sumarkinah menengok Atun yang sakit usai dipukuli majikannya.

Namun saat menengok Atun, Sumarkinah justru dianiaya penganiayaan terjadi. Sumarkinah dianiaya oleh majikan Atun.

"Dipukuli sama anaknya majikan ibu, gara-gara tengok teman (Atun) yang dianiaya oleh anak majikan," kata Ita.

"Saya berharap ibu bisa dipulangkan. Ibu inginnya pulang juga," lanjutnya.

Febri menambahkan, kasus Sumarkinah saat ini sudah ditangani aparat. Alamat majikan Sumarkinah juga sudah diketahui.

"Menurut Informasi yang saya terima, sedang dalam proses. Alamatnya juga sudah diketahui," jelas Febri.

Febri mengungkap Sumarkinah berangkat ke Arab Saudi pada tanggal 19 Maret 2019 melalui Provinsi Banten bersama WNI lainnya tanpa melalui agen TKI resmi.

"Persoalan ini sudah kita laporkan ke pimpinan kami, ada juga dari dinas tenaga kerja langsung turun ke kelurahan Sugihwaras," jelas Febri.

"Dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sudah turun ke Sugihwaras sudah ketemu keluarga korban juga. Dijelaskan juga KJRI di Saudi sudah menemukan alamatnya," tambah Febri.

Diwawancara terpisah, Kasi Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Pemalang, Najih Nurfauzi mengungkap kasus ini telah ditangani aparat terkait.

"Info yang kami terima KJRI Jedah sudah merespons berita tersebut. Semoga bisa cepat selesai, minta doanya," kata Nurfaizi.

Sumber: detik.com

Viral, TKW Asal Pemalang Babak Belur Dihajar Majikan

PEMALANG JATENG - Video yang memperlihatkan seorang wanita berkerudung dengan luka di bibir viral di media sosial. Perempuan dalam video itu merupakan tenaga kerja wanita (TKW) bernama Sumarkinah (47) yang bekerja di Jeddah, Arab Saudi, dan mengaku dipukuli majikan.

Video itu salah satunya diunggah oleh akun Tik Tok @borutoba6. Di video tersebut perempuan paruh baya itu menunjukkan lukanya dan meminta pertolongan.

"Aku dipukuli majikan Atun, ini darahnya banyak. Aku nggak terima," demikian cuplikan pernyataan perempuan tersebut seperti yang dilihat wartawan, Kamis (3/9/2020).

Di akun tersebut terdapat dua video lainnya. Di salah satu video, Sumarkinah meminta bantuan.

"Halo, assalamualaikum warrahmatullah hiwabarokatuh, teman-teman ini video tolong diberikan ke kepolisian," ujar Sumarkinah.

"Tolong aku dipukulin majikan," lanjutnya.

Dilansir dari detik.com, alamat yang disampaikan Sumarkinah dalam video itu yakni RT 01 RW 02, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang. Lurah Sugihwaras, Febri Djatmiko, membenarkan perempuan yang ada dalam video tersebut merupakan warganya.

"Iya itu benar, namanya Bu Sumarkinah, beliau warga kami. Adanya video itu, kita langsung mengklarifikasi ke pihak keluarga," kata Febri Djatmiko kepada wartawan.

Febri mengungkap, pihak desa sudah menemui anak pertama Sumarkinah yakni Ita Lestari. Kepada Febri, Ita bercerita setelah bercerai dari ayahnya, ibunya pergi merantau.

"Belakangan baru diketahui bahwa beliau (Sumarkinah) menjadi TKW di Jeddah," ungkap Febri.

Diwawancara terpisah, Ita mengaku baru mengetahui video sang ibu dari saudaranya yang bekerja di Taiwan. Sedangkan komunikasi terakhir dia dengan ibunya yakni pada Minggu (30/8).

Ita mengungkap ibunya dipukuli oleh anak majikannya. Peristiwa itu terjadi saat Sumarkinah menjenguk temannya, Atun yang bekerja di rumah anak majikannya.

Rumah majikan Sumarkinah dan Atun letaknya hanya bersebelahan. Sumarkinah menengok Atun yang sakit usai dipukuli majikannya.

Namun saat menengok Atun, Sumarkinah justru dianiaya penganiayaan terjadi. Sumarkinah dianiaya oleh majikan Atun.

"Dipukuli sama anaknya majikan ibu, gara-gara tengok teman (Atun) yang dianiaya oleh anak majikan," kata Ita.

"Saya berharap ibu bisa dipulangkan. Ibu inginnya pulang juga," lanjutnya.

Febri menambahkan, kasus Sumarkinah saat ini sudah ditangani aparat. Alamat majikan Sumarkinah juga sudah diketahui.

"Menurut Informasi yang saya terima, sedang dalam proses. Alamatnya juga sudah diketahui," jelas Febri.

Febri mengungkap Sumarkinah berangkat ke Arab Saudi pada tanggal 19 Maret 2019 melalui Provinsi Banten bersama WNI lainnya tanpa melalui agen TKI resmi.

"Persoalan ini sudah kita laporkan ke pimpinan kami, ada juga dari dinas tenaga kerja langsung turun ke kelurahan Sugihwaras," jelas Febri.

"Dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sudah turun ke Sugihwaras sudah ketemu keluarga korban juga. Dijelaskan juga KJRI di Saudi sudah menemukan alamatnya," tambah Febri.

Diwawancara terpisah, Kasi Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Pemalang, Najih Nurfauzi mengungkap kasus ini telah ditangani aparat terkait.

"Info yang kami terima KJRI Jedah sudah merespons berita tersebut. Semoga bisa cepat selesai, minta doanya," kata Nurfaizi.

Sumber: detik.com