TULUNGAGUNG JATIM - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan selatan Popoh, Tulungagung. Mayat itu diduga nelayan Trenggalek yang hilang sepekan lalu.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Yoni Fariza mengatakan, mayat pria itu pertama kali ditemukan oleh pemancing setempat, mengapung di dekat pembuangan abu. Penemuan mayat tersebut akhirnya dilaporkan ke tim Basarnas.

"Kami menerima laporan penemuan jenazah itu kemarin sore, namun karena cuaca sudah gelap, kami putuskan untuk evakuasi hari ini," kata Yoni, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, saat dilakukan evakuasi bersama tim SAR gabungan, jenazah tersebut dalam kondisi rusak dan sulit dikenali. Untuk proses identifikasi selanjutnya diserahkan ke aparat kepolisian.

Yoni mengakui ada dugaan itu merupakan jenazah Karyanto (38), nelayan asal Munjungan, Trenggalek yang hilang setelah terjatuh dari kapal sepekan lalu. Tim SAR juga sempat melakukan pencarian selama tujuh hari terakhir, namun hasilnya nihil.

"Secara visual sulit dikenali, makanya dibutuhkan visum di rumah sakit. Nanti yang memastikan identitasnya dari rumah sakit dan kepolisian," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Penemuan Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pantai Tulungagung

TULUNGAGUNG JATIM - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan selatan Popoh, Tulungagung. Mayat itu diduga nelayan Trenggalek yang hilang sepekan lalu.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Yoni Fariza mengatakan, mayat pria itu pertama kali ditemukan oleh pemancing setempat, mengapung di dekat pembuangan abu. Penemuan mayat tersebut akhirnya dilaporkan ke tim Basarnas.

"Kami menerima laporan penemuan jenazah itu kemarin sore, namun karena cuaca sudah gelap, kami putuskan untuk evakuasi hari ini," kata Yoni, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, saat dilakukan evakuasi bersama tim SAR gabungan, jenazah tersebut dalam kondisi rusak dan sulit dikenali. Untuk proses identifikasi selanjutnya diserahkan ke aparat kepolisian.

Yoni mengakui ada dugaan itu merupakan jenazah Karyanto (38), nelayan asal Munjungan, Trenggalek yang hilang setelah terjatuh dari kapal sepekan lalu. Tim SAR juga sempat melakukan pencarian selama tujuh hari terakhir, namun hasilnya nihil.

"Secara visual sulit dikenali, makanya dibutuhkan visum di rumah sakit. Nanti yang memastikan identitasnya dari rumah sakit dan kepolisian," pungkasnya.

Sumber : detik.com