Reva, 4,5, seorang balita perempuan asal Dukuh Driyan, RT 004, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Sragen, dinyatakan hilang, Senin (7/9/2020). Balita tersebut diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo.

Hilangnya Reva tersebut baru disadari orang tua dia pada pukul 14.00 WIB. Kebetulan rumah korban berlokasi tidak jauh dari Sungai Bengawan Solo.

Reva diduga hanyut saat bermain di sekitar sungai. Hal itu dikuatkan dengan adanya bekas telapak kaki bocah di bibir sungai itu. Di sana juga ada jejak seperti bekas lokasi bocah terpeleset.

Hingga kini, tim sukarelawan dari berbagai organisasi dan lembaga seperti BPBD Sragen, SAR Poldes Sepat, SAR Himalawu, PMI Sragen, PSC 119 Sragen, Polri, TNI, Tagana, perangkat desa setempat dan lain-lain berada di lokasi untuk mencari korban.

Benar, lokasinya di belakang Balai Desa Gentanbanaran. Ceritanya bagaimana kok anak itu bisa main di lokasi, saya belum tahu. Ini saya baru tiba dari Masaran, mau ke lokasi,” ujar Kepala Desa Gentanbanaran, Sugito.

Kapolsek Plupuh, AKP Marsidi, membenarkan adanya bocah yang hilang diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo tersebut.

“Infonya begitu. Ini saya baru dalam perjalanan menuju lokasi. Saya belum bisa memberikan keterangan,” ucapnya.

Sumber : solopos.com

Hebohkan warga. Balita di Sragen hilang Diduga Hanyut di Bengawan Solo

Reva, 4,5, seorang balita perempuan asal Dukuh Driyan, RT 004, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Sragen, dinyatakan hilang, Senin (7/9/2020). Balita tersebut diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo.

Hilangnya Reva tersebut baru disadari orang tua dia pada pukul 14.00 WIB. Kebetulan rumah korban berlokasi tidak jauh dari Sungai Bengawan Solo.

Reva diduga hanyut saat bermain di sekitar sungai. Hal itu dikuatkan dengan adanya bekas telapak kaki bocah di bibir sungai itu. Di sana juga ada jejak seperti bekas lokasi bocah terpeleset.

Hingga kini, tim sukarelawan dari berbagai organisasi dan lembaga seperti BPBD Sragen, SAR Poldes Sepat, SAR Himalawu, PMI Sragen, PSC 119 Sragen, Polri, TNI, Tagana, perangkat desa setempat dan lain-lain berada di lokasi untuk mencari korban.

Benar, lokasinya di belakang Balai Desa Gentanbanaran. Ceritanya bagaimana kok anak itu bisa main di lokasi, saya belum tahu. Ini saya baru tiba dari Masaran, mau ke lokasi,” ujar Kepala Desa Gentanbanaran, Sugito.

Kapolsek Plupuh, AKP Marsidi, membenarkan adanya bocah yang hilang diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo tersebut.

“Infonya begitu. Ini saya baru dalam perjalanan menuju lokasi. Saya belum bisa memberikan keterangan,” ucapnya.

Sumber : solopos.com