Sebanyak 269 wisatawan di sejumlah pantai di Kabupaten Gunungkidul tersengat ubur-ubur. Empat orang di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas karena mengalami sesak napas.
"Untuk hari ini total ada 269 orang wisatawan tersengat ubur-ubur," kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul, Surisdiyanto saat dihubungi wartawan, Minggu (9/8/2020).

Suris merinci di Pantai Sepanjang total ada 72 wisatawan yang mengeluhkan disengat ubur-ubur, kemudian di Pantai Sundak 8 orang, Pantai Drini 37 orang, dan Pantai Kukup 38 orang. Keluhan sengatan ubur-ubur juga dilaporkan wisatawan di Pantai Ngrenehan 3 orang, Pantai Krakal 63 orang dan Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti sebanyak 48 orang. Total ada 167 wisatawan pria dan 102 wisatawan wanita yang menjadi korban.

Dari 269 itu ada empat wisatawan yang terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena mengalami sesak napas," ujarnya.

Suris menjelaskan ubur-ubur yang menyengat wisatawan itu tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh, bahkan bagi beberapa orang bisa menyebabkan sesak napas.

Selain itu, dia menyebut ubur-ubur tampak menarik bagi wisatawan khususnya anak-anak. Sebab, tubuh transparan dan rumbai warna biru membuat ubur-ubur tampak menarik.

"Karena itu kami mengimbau agar wisatawan tidak menyentuh ubur-ubur karena masih banyak di lautan. Wisatawan juga diminta mematuhi dan mengikuti arahan petugas di lapangan," pesan Suris.

Sumber : detik.com

Dalam sehari. Ratusan Wisatawan tersengat ubur ubur di pantai gunungkidul

Sebanyak 269 wisatawan di sejumlah pantai di Kabupaten Gunungkidul tersengat ubur-ubur. Empat orang di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas karena mengalami sesak napas.
"Untuk hari ini total ada 269 orang wisatawan tersengat ubur-ubur," kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul, Surisdiyanto saat dihubungi wartawan, Minggu (9/8/2020).

Suris merinci di Pantai Sepanjang total ada 72 wisatawan yang mengeluhkan disengat ubur-ubur, kemudian di Pantai Sundak 8 orang, Pantai Drini 37 orang, dan Pantai Kukup 38 orang. Keluhan sengatan ubur-ubur juga dilaporkan wisatawan di Pantai Ngrenehan 3 orang, Pantai Krakal 63 orang dan Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti sebanyak 48 orang. Total ada 167 wisatawan pria dan 102 wisatawan wanita yang menjadi korban.

Dari 269 itu ada empat wisatawan yang terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena mengalami sesak napas," ujarnya.

Suris menjelaskan ubur-ubur yang menyengat wisatawan itu tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh, bahkan bagi beberapa orang bisa menyebabkan sesak napas.

Selain itu, dia menyebut ubur-ubur tampak menarik bagi wisatawan khususnya anak-anak. Sebab, tubuh transparan dan rumbai warna biru membuat ubur-ubur tampak menarik.

"Karena itu kami mengimbau agar wisatawan tidak menyentuh ubur-ubur karena masih banyak di lautan. Wisatawan juga diminta mematuhi dan mengikuti arahan petugas di lapangan," pesan Suris.

Sumber : detik.com