GRESIK JATIM – Keji, Perbuatan pria bernama PR (40), warga Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Gresik, sungguh keterlaluan. Karena, tega menyetubuhi SR (16), gadis ingusan asal Kecamatan Dukun, Gresik sebanyak tiga kali.

Akibat perbuatannya tak bermoral itu, PR dilaporkan keluarga SR ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Kasus pencabulan ini bermula saat tersangka PR, memanfaatkan media sosial (Medsos) Facebook dengan menggunakan akun foto palsu bernama Fery dengan tampang wajah ganteng.

Setelah berkenalan cukup lama dengan SR, tersangka mengajak pertemuan, atau janjian dengan korban (SR) untuk main ke rumahnya. Saat berada di rumah tersangka, korban dipaksa bersetubuh layaknya suami istri. Namun, korban meminta pulang tapi ajakan tersebut tak dihiraukan oleh tersangka. “Wes Ojo Rame, Ko Krungu Tonggo (Sudah diam saja nanti kedengaran tetangga),” ujar tersangka PR saat menjalani pemeriksaan, Jumat (10/07/2020).

Perbuatan tak senonoh itu, diulangi lagi oleh tersangka saat mengajak korban ke toko miliknya di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng. Kemudian di dalam ruang toko yang sudah tertutup, korban dipaksa untuk bersetubuh hingga sampai dini hari.

Karena sudah lama tak pulang, keluarga korban mengunggah foto SR yang telah hilang. Mengetahui hal itu, tersangka memulangkan korban ke rumah temannya yang bernama MTK (16). Selanjutnya, korban mengancam agar jangan memberitahu kalau korban telah disetubuhi oleh tersangka.

“Kasus pencabulan ini kami masih memeriksa sejumlah saksi-saksi. Tersangka PR sudah diperiksa sementara korban perlu pendampingan karena mengalami traumatik,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Joko, Jumat (10/07/2020).

Joko menambahkan, kasus ini terungkap setelah keluarga korban mencari SR yang tak pernah pulang. Setelah ketemu korban menceritakan kejadian yang sebenarnya. “Keluarga korban tak terima apa yang dilakukan oleh PR dan mereka menuntut supaya dihukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

Sumber : beritajatim.com

Kenalan Di Facebook, Bapak Tua Di Gresik Ini Setubuhi Gadis Dibawah Umur

GRESIK JATIM – Keji, Perbuatan pria bernama PR (40), warga Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Gresik, sungguh keterlaluan. Karena, tega menyetubuhi SR (16), gadis ingusan asal Kecamatan Dukun, Gresik sebanyak tiga kali.

Akibat perbuatannya tak bermoral itu, PR dilaporkan keluarga SR ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Kasus pencabulan ini bermula saat tersangka PR, memanfaatkan media sosial (Medsos) Facebook dengan menggunakan akun foto palsu bernama Fery dengan tampang wajah ganteng.

Setelah berkenalan cukup lama dengan SR, tersangka mengajak pertemuan, atau janjian dengan korban (SR) untuk main ke rumahnya. Saat berada di rumah tersangka, korban dipaksa bersetubuh layaknya suami istri. Namun, korban meminta pulang tapi ajakan tersebut tak dihiraukan oleh tersangka. “Wes Ojo Rame, Ko Krungu Tonggo (Sudah diam saja nanti kedengaran tetangga),” ujar tersangka PR saat menjalani pemeriksaan, Jumat (10/07/2020).

Perbuatan tak senonoh itu, diulangi lagi oleh tersangka saat mengajak korban ke toko miliknya di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng. Kemudian di dalam ruang toko yang sudah tertutup, korban dipaksa untuk bersetubuh hingga sampai dini hari.

Karena sudah lama tak pulang, keluarga korban mengunggah foto SR yang telah hilang. Mengetahui hal itu, tersangka memulangkan korban ke rumah temannya yang bernama MTK (16). Selanjutnya, korban mengancam agar jangan memberitahu kalau korban telah disetubuhi oleh tersangka.

“Kasus pencabulan ini kami masih memeriksa sejumlah saksi-saksi. Tersangka PR sudah diperiksa sementara korban perlu pendampingan karena mengalami traumatik,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Joko, Jumat (10/07/2020).

Joko menambahkan, kasus ini terungkap setelah keluarga korban mencari SR yang tak pernah pulang. Setelah ketemu korban menceritakan kejadian yang sebenarnya. “Keluarga korban tak terima apa yang dilakukan oleh PR dan mereka menuntut supaya dihukum seberat-beratnya,” imbuhnya.

Sumber : beritajatim.com

Tidak ada komentar