PEKALONGAN JATENG - Sesosok mayat remaja yang ditemukan bersimbah darah di bantaran Sungai Kota Pekalongan dipastikan korban pembunuhan. Pelakunya tak lain merupakan teman korban yang berdalih ingin memiliki motor korban.

Mayat remaja berinisial A (17) itu ditemukan warga pada Kamis (16/7) pagi. Saat ditemukan kondisi mayat remaja itu bersimbah darah dan ada sebilah pisau yang tergeletak di rerumputan.

Dari penyelidikan polisi diketahui A merupakan warga Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Polisi pun melakukan penyelidikan dan menemukan belasan luka tusuk di tubuh korban.

"Meninggalnya karena dibunuh. Dari keterangan Dokkes Polda Jateng tadi, ada 11 tusukan di tubuh korban," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez saat ditemui wartawan di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Kamis (16/7/2020).

"Delapan di leher, satu di perut, satu di punggung dan satu di tangan," tambahnya.

Dari keterangan keluarga, korban sempat pamit kepada ibunya dan pergi bersama dua orang temannya berjenis kelamin pria dan wanita. Ketiganya lalu berbonceng tiga dengan mengendarai motor korban pada Rabu (15/7) petang.

"Biasa minta uang jajan dan pergi bawa motor bersama dua temannya, satu motor. Dua temanya satu cewek dan satu cowok, tapi satu motor," kata paman korban Nurokhman (42) saat ditemui wartawan di RSUD Bendan, Kamis (16/07).

Berbekal keterangan itu, polisi lalu mencari jejak teman korban yang diketahui berinisial KN (17) dan S (16) itu. Keduanya ternyata sepasang kekasih. Tak butuh waktu lama, keduanya langsung diamankan pada tengah malam di kawasan Stadion Hoegeng Kraton Pekalongan.

Petunjuk pembunuhan itu tak lain adalah motor korban. KN ditangkap dengan barang bukti motor Honda Beat milik korban. Tak hanya itu, motor korban itu ternyata sempat ditawarkan KN di grup jual-beli di Facebook seharga Rp 4,5 juta.

KN mengaku tega menghabisi nyawa temannya karena mengincar sepeda motor tersebut. Pria yang tampak memiliki tato di wajah itu mengaku ingin hura-hura dan menikahi kekasihnya S.

"(Korban) Teman SMP, karena pengin motor untuk dijual. Untuk hura-hura, dan menikah," kata KN yang terus menunduk saat jumpa pers di Mapolres Pekalongan Kota kemarin.

Polisi pun masih mendalami peran S dalam pembunuhan tersebut. Hingga saat ini polisi baru menetapkan KN sebagai tersangka pembunuhan sadis itu.

"Masih pengembangan. Ada saksi yang mengetahui dan turut serta dalam tindak pidana ini. Masih pengembangan," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez kemarin.

Atas perbuatannya KN dijerat denganpasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian denganke kerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Pria berambut cepak itu pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber : m.detik.com

Gegara Motor, Remaja Di Pekalongan Tega Bunuh Temannya

PEKALONGAN JATENG - Sesosok mayat remaja yang ditemukan bersimbah darah di bantaran Sungai Kota Pekalongan dipastikan korban pembunuhan. Pelakunya tak lain merupakan teman korban yang berdalih ingin memiliki motor korban.

Mayat remaja berinisial A (17) itu ditemukan warga pada Kamis (16/7) pagi. Saat ditemukan kondisi mayat remaja itu bersimbah darah dan ada sebilah pisau yang tergeletak di rerumputan.

Dari penyelidikan polisi diketahui A merupakan warga Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Polisi pun melakukan penyelidikan dan menemukan belasan luka tusuk di tubuh korban.

"Meninggalnya karena dibunuh. Dari keterangan Dokkes Polda Jateng tadi, ada 11 tusukan di tubuh korban," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez saat ditemui wartawan di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Kamis (16/7/2020).

"Delapan di leher, satu di perut, satu di punggung dan satu di tangan," tambahnya.

Dari keterangan keluarga, korban sempat pamit kepada ibunya dan pergi bersama dua orang temannya berjenis kelamin pria dan wanita. Ketiganya lalu berbonceng tiga dengan mengendarai motor korban pada Rabu (15/7) petang.

"Biasa minta uang jajan dan pergi bawa motor bersama dua temannya, satu motor. Dua temanya satu cewek dan satu cowok, tapi satu motor," kata paman korban Nurokhman (42) saat ditemui wartawan di RSUD Bendan, Kamis (16/07).

Berbekal keterangan itu, polisi lalu mencari jejak teman korban yang diketahui berinisial KN (17) dan S (16) itu. Keduanya ternyata sepasang kekasih. Tak butuh waktu lama, keduanya langsung diamankan pada tengah malam di kawasan Stadion Hoegeng Kraton Pekalongan.

Petunjuk pembunuhan itu tak lain adalah motor korban. KN ditangkap dengan barang bukti motor Honda Beat milik korban. Tak hanya itu, motor korban itu ternyata sempat ditawarkan KN di grup jual-beli di Facebook seharga Rp 4,5 juta.

KN mengaku tega menghabisi nyawa temannya karena mengincar sepeda motor tersebut. Pria yang tampak memiliki tato di wajah itu mengaku ingin hura-hura dan menikahi kekasihnya S.

"(Korban) Teman SMP, karena pengin motor untuk dijual. Untuk hura-hura, dan menikah," kata KN yang terus menunduk saat jumpa pers di Mapolres Pekalongan Kota kemarin.

Polisi pun masih mendalami peran S dalam pembunuhan tersebut. Hingga saat ini polisi baru menetapkan KN sebagai tersangka pembunuhan sadis itu.

"Masih pengembangan. Ada saksi yang mengetahui dan turut serta dalam tindak pidana ini. Masih pengembangan," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Adrian Suez kemarin.

Atas perbuatannya KN dijerat denganpasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian denganke kerasan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Pria berambut cepak itu pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber : m.detik.com