Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal, membongkar kalangan untuk berlomba merpati kolong di wilayah Pantai Batamsari, Kota Tegal, pada Rabu (27/5/2020) kemarin.

Selain kalangan, lapak- lapak yang digunakan untuk melayani warga mengikuti lomba merpati kolong pun dibongkar.

Plt Kepala Satpol PP Kota Tegal, Joko Sukur Baharudin mengatakan, pembongkaran kalangan lomba merpati kolong menjadi operasi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Ia mengatakan, tujuannya agar tidak ada masyarakat yang bermain merpati kolong.

Joko menilai, kalangan lomba merpati kolong justru menjadi tempat kerumunan masyarakat.

"Tujuannya agar tidak ada yang bermain dara. Karena di situ disamping berkumpul, juga diindikasikan untuk tempat judi lomba merpati kolong," kata Joko kepada tribunjateng.com.

Joko mengatakan, pembongkaran kalangan lomba merpati kolong juga dilakukan karena banyaknya aduan dari masyarakat setempat.

Dari masyarakat ke lurah, kemudian ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Selain itu, menurut Joko, lokasi kalangan lomba merpati kolong berada di atas tanah milik pemerintah daerah yang akan digunakan untuk lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Semua dibongkar. Tempat lomba satu kalangan dan lapak- lapak yang digunakan untuk melayani pendatang," jelasnya.

Satpol PP. Bongkar Kalangan Lomba Merpati di Tegal. dugaan Jadi Ajang Perjudian

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal, membongkar kalangan untuk berlomba merpati kolong di wilayah Pantai Batamsari, Kota Tegal, pada Rabu (27/5/2020) kemarin.

Selain kalangan, lapak- lapak yang digunakan untuk melayani warga mengikuti lomba merpati kolong pun dibongkar.

Plt Kepala Satpol PP Kota Tegal, Joko Sukur Baharudin mengatakan, pembongkaran kalangan lomba merpati kolong menjadi operasi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Ia mengatakan, tujuannya agar tidak ada masyarakat yang bermain merpati kolong.

Joko menilai, kalangan lomba merpati kolong justru menjadi tempat kerumunan masyarakat.

"Tujuannya agar tidak ada yang bermain dara. Karena di situ disamping berkumpul, juga diindikasikan untuk tempat judi lomba merpati kolong," kata Joko kepada tribunjateng.com.

Joko mengatakan, pembongkaran kalangan lomba merpati kolong juga dilakukan karena banyaknya aduan dari masyarakat setempat.

Dari masyarakat ke lurah, kemudian ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Selain itu, menurut Joko, lokasi kalangan lomba merpati kolong berada di atas tanah milik pemerintah daerah yang akan digunakan untuk lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Semua dibongkar. Tempat lomba satu kalangan dan lapak- lapak yang digunakan untuk melayani pendatang," jelasnya.