MALANG JATIM - Puluhan sopir angkutan umum (Angkot) geruduk Balai Kota Malang bersama armada yang biasa digunakan untuk beroperasi. Mereka menuntut kejelasan pencairan bantuan sosial (Bansos) yang dijanjikan di tengah pandemi Corona. Sebab, pendataan sudah dilakukan oleh Dishub Kota Malang.

Perwakilan sopir Bambang Kurniawan mengaku, kehadiran mereka merupakan akumulasi kekesalan belum adanya pencairan bantuan tunai yang dijanjikan.

"Karena pendataan sudah dilakukan oleh Dishub, tetapi sampai hari ini bantuan yang dikatakan belum juga cair," ujar Bambang ditemui depan Balai Kota Malang Jalan Tugu, Senin (11/5/2020).

Menurut Bambang, para sopir yang telah melalui pendataan berjumlah 1.300 orang. Bantuan yang dijanjikan berupa uang senilai Rp 600 ribu/bulan.

"Bantuan selama tiga bulan katanya, kami keseluruhan 1.300 sopir yang sudah terdata. Bantuannya uang, bukan sembako selama tiga bulan," tutur Bambang.

Bambang yang juga pengurus Serikat Sopir Indonesia (SSI) mengaku, sejak pandemi Corona pendapatan supir menurun drastis karena minimnya penumpang. Anjuran pemerintah agar stay at home, work form home, maupun physical distancing sungguh memperberat para sopir untuk bisa mendapatkan penumpang.

"Pendapat sopir berkurang drastis, selama Corona. Karena tidak ada penumpang diangkut. Oleh karena itu, bantuan sangat dibutuhkan bagi sopir agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Pemkot Malang merespon keluhan para sopir dengan menggelar audensi yang diikuti perwakilan sopir bersama Organda Malang Raya.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, akan kembali melakukan pendataan dan mempercepat pencairan bantuan kepada para supir.

"Akan kita data siapa saja yang kemudian nanti mendapatkan bansos dan untuk segera dicairkan," tegas Sutiaji.

Puluhan Supir Angkot Di Malang Unjuk Rasa Di Depan Balkot

MALANG JATIM - Puluhan sopir angkutan umum (Angkot) geruduk Balai Kota Malang bersama armada yang biasa digunakan untuk beroperasi. Mereka menuntut kejelasan pencairan bantuan sosial (Bansos) yang dijanjikan di tengah pandemi Corona. Sebab, pendataan sudah dilakukan oleh Dishub Kota Malang.

Perwakilan sopir Bambang Kurniawan mengaku, kehadiran mereka merupakan akumulasi kekesalan belum adanya pencairan bantuan tunai yang dijanjikan.

"Karena pendataan sudah dilakukan oleh Dishub, tetapi sampai hari ini bantuan yang dikatakan belum juga cair," ujar Bambang ditemui depan Balai Kota Malang Jalan Tugu, Senin (11/5/2020).

Menurut Bambang, para sopir yang telah melalui pendataan berjumlah 1.300 orang. Bantuan yang dijanjikan berupa uang senilai Rp 600 ribu/bulan.

"Bantuan selama tiga bulan katanya, kami keseluruhan 1.300 sopir yang sudah terdata. Bantuannya uang, bukan sembako selama tiga bulan," tutur Bambang.

Bambang yang juga pengurus Serikat Sopir Indonesia (SSI) mengaku, sejak pandemi Corona pendapatan supir menurun drastis karena minimnya penumpang. Anjuran pemerintah agar stay at home, work form home, maupun physical distancing sungguh memperberat para sopir untuk bisa mendapatkan penumpang.

"Pendapat sopir berkurang drastis, selama Corona. Karena tidak ada penumpang diangkut. Oleh karena itu, bantuan sangat dibutuhkan bagi sopir agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Pemkot Malang merespon keluhan para sopir dengan menggelar audensi yang diikuti perwakilan sopir bersama Organda Malang Raya.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, akan kembali melakukan pendataan dan mempercepat pencairan bantuan kepada para supir.

"Akan kita data siapa saja yang kemudian nanti mendapatkan bansos dan untuk segera dicairkan," tegas Sutiaji.