MALANG JATIM - Jumlah pasien positif Corona di Kabupaten Malang bertambah menjadi 35 orang. Pemerintah Kabupaten Malang bahkan menyediakan Rumah susun sewa (rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk difungsikan sebagai tempat isolasi bagi masyarakat Kabupaten Malang yang terinveksi Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, sebenarnya pembangunan rusunawa ASN yang dikelola di daerah Kantor Blok Pemkab Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen ini diperuntukkan bagi ASN dilingkungan Pemkab Malang, yang saat ini tersedia untuk rumah-rumah.

“Bangunan Rusunawa itu bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Karena ada wabah Covid-19, maka ASN yang sudah lolos administrasi dan sudah sudah kami tunda dulu. Rusunawa itu sementara difungsikan sebagai tempat isolasi untuk pasien yang terinveksi Covid-19, ”ucap Wahyu, Minggu (3/5/2020).

Kata Wahyu, sudah ada 73 orang ASN yang sudah disetujui untuk tinggal di rusunawa tersebut. Namun, dari hasil administrasi dan kriteria, maka untuk awal yang lolos 27 orang.

”Rusunawa itu ada 57 kamar, jadi untuk bisa menempatinya harus sesuai dengan ketentuan. Tidak semua ASN diberi kesempatan untuk tinggal di Rusunawa. Sekarang ada 5 orang pasien yang positif Covid-19 di sana, ”tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, jumlah pasien terkonfirmasi ada 35 kasus. Dari jumlah tersebut, 10 orang dinyatakan pulih dan 4 meninggal dunia.

Sedangkan warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 4.182 orang. Untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP saat ini sudah mencapai 351 orang, dengan rincian 63 orang dalam pantauan, 20 orang dalam perawatan, dan 265 orang dinyatakan sembuh, serta 3 orang meninggal dunia.

Sementara, untuk warga yang berstatus PDP saat ini ada 177 orang, rinciannya, 47 orang dalam perawatan di rumah sakit, 22 orang dirawat di rumah, 1 orang dirawat dalam gedung observasi, 94 orang sembuh, dan 13 orang meninggal dunia.

Pasien Positif Corona di Kabupaten Malang Bertambah, Total Capai 35 Orang

MALANG JATIM - Jumlah pasien positif Corona di Kabupaten Malang bertambah menjadi 35 orang. Pemerintah Kabupaten Malang bahkan menyediakan Rumah susun sewa (rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk difungsikan sebagai tempat isolasi bagi masyarakat Kabupaten Malang yang terinveksi Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, sebenarnya pembangunan rusunawa ASN yang dikelola di daerah Kantor Blok Pemkab Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen ini diperuntukkan bagi ASN dilingkungan Pemkab Malang, yang saat ini tersedia untuk rumah-rumah.

“Bangunan Rusunawa itu bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Karena ada wabah Covid-19, maka ASN yang sudah lolos administrasi dan sudah sudah kami tunda dulu. Rusunawa itu sementara difungsikan sebagai tempat isolasi untuk pasien yang terinveksi Covid-19, ”ucap Wahyu, Minggu (3/5/2020).

Kata Wahyu, sudah ada 73 orang ASN yang sudah disetujui untuk tinggal di rusunawa tersebut. Namun, dari hasil administrasi dan kriteria, maka untuk awal yang lolos 27 orang.

”Rusunawa itu ada 57 kamar, jadi untuk bisa menempatinya harus sesuai dengan ketentuan. Tidak semua ASN diberi kesempatan untuk tinggal di Rusunawa. Sekarang ada 5 orang pasien yang positif Covid-19 di sana, ”tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, jumlah pasien terkonfirmasi ada 35 kasus. Dari jumlah tersebut, 10 orang dinyatakan pulih dan 4 meninggal dunia.

Sedangkan warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 4.182 orang. Untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP saat ini sudah mencapai 351 orang, dengan rincian 63 orang dalam pantauan, 20 orang dalam perawatan, dan 265 orang dinyatakan sembuh, serta 3 orang meninggal dunia.

Sementara, untuk warga yang berstatus PDP saat ini ada 177 orang, rinciannya, 47 orang dalam perawatan di rumah sakit, 22 orang dirawat di rumah, 1 orang dirawat dalam gedung observasi, 94 orang sembuh, dan 13 orang meninggal dunia.