Seorang ibu muda yang sedang hamil tujuh bulan di Kecamatan Karangayung, Grobogan, Jawa Tengah, dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dia adalah warga Desa Sendangharjo berinisial RA, 21.

Penularan virus corona yang terjadi pada RA diduga merupakan transmisi lokal. Hal itu disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Grobogan,, Endang Sulistyoningsih, saat jumpa pers di pendapa kabupaten, Senin (18/5/2020).

“Hasil uji swab menunjukan RA, 21, warga Sendangharjo, Kecamatan Karangarayung terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini pasien yang tengah hamil tujuh bulan menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi,” kata Endang.

Sebenarnya Kecamatan Karangrayung sempat nol kasus baru Covid-19. Hal ini setelah lima orang pasien positif Covid-19 dari Desa Sendangharjo, Karangrayung dinyatakan sembuh. Mereka adalah yaitu Ny T, Ny FS, Ny R, Ny D, dan tuan R yang diperbolehkan pulang pada Senin (11/5/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menambahkan, dari hasil tracing terkait lima pasien positif sebelumnya menunjukan RA reaktif saat rapid test. Kemudian ibu muda yang sedng hamil itu menjalani perawatan di RSUD Ki Getas Pendowo, Kecamatan Gubug, Grobogan, lantaran rapid test reaktif corona.

Kemudian setelah dilakukan uji swab hasilnya pasien RA terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19. Yang bersangkutan kemudian dipindah ke RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Tak Ada Riwayat ke Luar Kota
Selama ini RS si ibu hamil di Grobogan yang positif corona itu tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Dia diduga tertular viirus dari salah satu pasien positif di desanya.

“RA tidak memiliki riwayat berpergian ke daerah yang berpontensi menularkan corona. RA diduga terpapar virus corona dari salah satu pasien positif Covid-19 dari desa yang sama. Namun pasien tersebut sudah sembuh. Jadi sudah terjadi transmisi lokal di Sendangharjo, Karangrayung,” ujar Slamet.

Slamet menambahkan, pihaknya segera melakukan tracing atau penelurusan kontak. Suami, kerabat dekat, dan sejumlah orang yang sempat kontak dengan RA bakal dites menggunakan rapid test.

“Untuk suaminya kerjanya di Yogyakarta. Tapi hari ini yang bersangkutan pulang dan akan langsung kita cek kesehatannya,” kata Slamet.

Dengan tambahan satu pasien ini, total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Grobogan menjadi 16 orang. Perinciannya 10 orang sembuh, tiga orang meninggal, dan tiga lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Dua pasien positif lainnya,  Ng pria, 56, warga Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan masih menjalani perawatan di RSUD Ki Ageng Selo Wirosari. Kemudian, S, 46, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon dirawat di RSPAW Salatiga.

Masyarakat Garda Terdepan
Selanjutnya Endang meminta masyarakat selalu mematuhi anjuran pemerintah tentang physical distancing, pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan makan makanan yang bergizi.

“Masyarakat adalah garda terdepan dalam memutus rantai penularan Covid 19. Tanpa adanya peran serta masyarakat pandemi ini tidak bise segera berakhir,” tegas Endang.

pilu. Ibu hamil di grobogan positif Covid-19

Seorang ibu muda yang sedang hamil tujuh bulan di Kecamatan Karangayung, Grobogan, Jawa Tengah, dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dia adalah warga Desa Sendangharjo berinisial RA, 21.

Penularan virus corona yang terjadi pada RA diduga merupakan transmisi lokal. Hal itu disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Grobogan,, Endang Sulistyoningsih, saat jumpa pers di pendapa kabupaten, Senin (18/5/2020).

“Hasil uji swab menunjukan RA, 21, warga Sendangharjo, Kecamatan Karangarayung terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini pasien yang tengah hamil tujuh bulan menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi,” kata Endang.

Sebenarnya Kecamatan Karangrayung sempat nol kasus baru Covid-19. Hal ini setelah lima orang pasien positif Covid-19 dari Desa Sendangharjo, Karangrayung dinyatakan sembuh. Mereka adalah yaitu Ny T, Ny FS, Ny R, Ny D, dan tuan R yang diperbolehkan pulang pada Senin (11/5/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menambahkan, dari hasil tracing terkait lima pasien positif sebelumnya menunjukan RA reaktif saat rapid test. Kemudian ibu muda yang sedng hamil itu menjalani perawatan di RSUD Ki Getas Pendowo, Kecamatan Gubug, Grobogan, lantaran rapid test reaktif corona.

Kemudian setelah dilakukan uji swab hasilnya pasien RA terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19. Yang bersangkutan kemudian dipindah ke RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Tak Ada Riwayat ke Luar Kota
Selama ini RS si ibu hamil di Grobogan yang positif corona itu tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Dia diduga tertular viirus dari salah satu pasien positif di desanya.

“RA tidak memiliki riwayat berpergian ke daerah yang berpontensi menularkan corona. RA diduga terpapar virus corona dari salah satu pasien positif Covid-19 dari desa yang sama. Namun pasien tersebut sudah sembuh. Jadi sudah terjadi transmisi lokal di Sendangharjo, Karangrayung,” ujar Slamet.

Slamet menambahkan, pihaknya segera melakukan tracing atau penelurusan kontak. Suami, kerabat dekat, dan sejumlah orang yang sempat kontak dengan RA bakal dites menggunakan rapid test.

“Untuk suaminya kerjanya di Yogyakarta. Tapi hari ini yang bersangkutan pulang dan akan langsung kita cek kesehatannya,” kata Slamet.

Dengan tambahan satu pasien ini, total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Grobogan menjadi 16 orang. Perinciannya 10 orang sembuh, tiga orang meninggal, dan tiga lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Dua pasien positif lainnya,  Ng pria, 56, warga Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan masih menjalani perawatan di RSUD Ki Ageng Selo Wirosari. Kemudian, S, 46, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon dirawat di RSPAW Salatiga.

Masyarakat Garda Terdepan
Selanjutnya Endang meminta masyarakat selalu mematuhi anjuran pemerintah tentang physical distancing, pakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan makan makanan yang bergizi.

“Masyarakat adalah garda terdepan dalam memutus rantai penularan Covid 19. Tanpa adanya peran serta masyarakat pandemi ini tidak bise segera berakhir,” tegas Endang.