Hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cianjur, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 bertambah dua orang. Satu di antaranya meninggal dunia.
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, dua pasien PDP yang terbaru, berinisial LS warga Kecamatan Cugenang dan M warga Kecamatan Sukaluyu. Keduanya merupakan perempuan.

"PDP bertambah dua orang di tengah PSBB. Dari sebelumnya 45 orang sekarang jadi 47 orang PDP di Cianjur. Untuk PDP meninggal dari 9 menjadi 10 kasus," ujar Yusman Kamis (7/5/2020).

Menurut Yusman, untuk PDP meninggal yakni nyonya LS. Pasien kali pertama masuk rumah sakit pada 5 Mei 2020 sekitar pukul 11.25 WIB dengan keluhan sesak nafas dan demam.

Setelah dirawat dan diperiksa secara medis, pasien mengarah pada PDP, sehingga ditetapkan sebagai PDP. "Pasien yang juga memiliki riwayat penyakit kronis meninggal," tuturnya.

Dia menjelaskan, dari hasil penelusuran, PDP meninggal tersebut riwayat perjalanan pasien tersebut tidak ada, termasuk riwayat kontak dengan yang terindikasi positif pun tidak ada.

Sementara itu, untuk penambahan PDP lainnya, yakni pasien berinisial M (53). Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke zona merah pasien, tetapi pernah kontak dengan salah seorang pemudik yang baru pulang dari Bandung.

"Nyomya M ditetapkan PDP berdasarkan hasil laboratorium dan rontgen," tuturnya.

Di sisi lain, untuk jumlah pasien positif di Cianjur masih berjumlah 4 orang sedangkan ODP di Cianjur kini jumlahnya mencapai 755 orang.

PDP di Cianjur bertambah 2 dan salah satunya meninggal

Hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cianjur, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 bertambah dua orang. Satu di antaranya meninggal dunia.
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, dua pasien PDP yang terbaru, berinisial LS warga Kecamatan Cugenang dan M warga Kecamatan Sukaluyu. Keduanya merupakan perempuan.

"PDP bertambah dua orang di tengah PSBB. Dari sebelumnya 45 orang sekarang jadi 47 orang PDP di Cianjur. Untuk PDP meninggal dari 9 menjadi 10 kasus," ujar Yusman Kamis (7/5/2020).

Menurut Yusman, untuk PDP meninggal yakni nyonya LS. Pasien kali pertama masuk rumah sakit pada 5 Mei 2020 sekitar pukul 11.25 WIB dengan keluhan sesak nafas dan demam.

Setelah dirawat dan diperiksa secara medis, pasien mengarah pada PDP, sehingga ditetapkan sebagai PDP. "Pasien yang juga memiliki riwayat penyakit kronis meninggal," tuturnya.

Dia menjelaskan, dari hasil penelusuran, PDP meninggal tersebut riwayat perjalanan pasien tersebut tidak ada, termasuk riwayat kontak dengan yang terindikasi positif pun tidak ada.

Sementara itu, untuk penambahan PDP lainnya, yakni pasien berinisial M (53). Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke zona merah pasien, tetapi pernah kontak dengan salah seorang pemudik yang baru pulang dari Bandung.

"Nyomya M ditetapkan PDP berdasarkan hasil laboratorium dan rontgen," tuturnya.

Di sisi lain, untuk jumlah pasien positif di Cianjur masih berjumlah 4 orang sedangkan ODP di Cianjur kini jumlahnya mencapai 755 orang.

Tidak ada komentar