Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah hari ini bertambah enam orang, sehingga total menjadi 68 orang. Tambahan enam orang tersebut terdiri dari lima orang berasal dari klaster Gowa dan satu orang dari klaster lainnya.

"Enam orang positif tersebut terdiri dari lima orang berasal dari klaster Gowa dan satu orang dari klaster baru non-Gowa. Lima orang yang berasal dari klaster Gowa, yakni dari Kecamatan Butuh, Kutoarjo dan Purworejo masing-masing satu orang sedangkan yang dua orang dari Kecamatan Bayan. Untuk yang satu orang non-Gowa dari Kecamatan Grabag," kata juru bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam penanganan COVID-19, dr Darus Minggu (17/5/2020) sore.

Darus menjelaskan, jumlah total positif tertinggi berada di Kecamatan Bayan yakni 18 orang, Kecamatan Purworejo 11 orang dan Purwodadi 8 orang. Sedangkan 3 kecamatan lain yakni Bruno, Gebang dan Ngombol tidak ada kasus positif. Sementara jumlah positif COVID-19 terbanyak berasal dari klaster Gowa.

"Sampai sekarang kasus positif ada 68 orang terdiri dari 54 merupakan klaster Gowa dan dari non Gowa 14 orang," lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah positif COVID-19 di Purworejo termasuk tinggi namun bukan tertinggi di Jawa Tengah dan bukanlah merupakan aib yang harus ditutup-tutupi. Menurutnya, tingginya kasus positif COVID-19 tersebut justru hasil dari upaya Pemkab dalam melacak transmisi lokal di kelompok atau orang-orang yang diduga pernah mengalami kontak.

"Hal ini membuktikan justru Pemerintah Daerah sangat responsif dan bekerja keras mencari siapa saja yang diduga pernah kontak dengan positif COVID-19 dan langsung dilakukan rapid test dan swab. Masyarakat harus semakin patuh terhadap anjuran pemerintah, dan mari ini menjadikan momen untuk bersama-masa mencegahnya," jelasnya.

Di Purworejo sendiri sampai hari ini tercatat ada 2.142 ODP dan 42 PDP terdiri dari satu orang dirawat, 31 orang sembuh dan 10 orang meninggal. Sedangkan untuk positif COVID-19 berjumlah 68 orang, terdiri dari 61 orang dirawat dan 7 orang sembuh.

"Saya imbau masyarakat tetap waspada, jangan panik, tetap jaga jarak, pakai masker dan banyak cuci tangan. Hindari kerumunan dan keramaian lebih baik tetap di rumah, karena 75% kasus positif COVID-19 di Purworejo tidak bergejala. Tetap hindari penularan karena jika mengenai orang-orang dengan penyakit kronis dan bawaan, gejala bisa berat dan berbahaya," tutupnya.

Makin bertambah. 6 Orang Purworejo Positif Corona

Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah hari ini bertambah enam orang, sehingga total menjadi 68 orang. Tambahan enam orang tersebut terdiri dari lima orang berasal dari klaster Gowa dan satu orang dari klaster lainnya.

"Enam orang positif tersebut terdiri dari lima orang berasal dari klaster Gowa dan satu orang dari klaster baru non-Gowa. Lima orang yang berasal dari klaster Gowa, yakni dari Kecamatan Butuh, Kutoarjo dan Purworejo masing-masing satu orang sedangkan yang dua orang dari Kecamatan Bayan. Untuk yang satu orang non-Gowa dari Kecamatan Grabag," kata juru bicara Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam penanganan COVID-19, dr Darus Minggu (17/5/2020) sore.

Darus menjelaskan, jumlah total positif tertinggi berada di Kecamatan Bayan yakni 18 orang, Kecamatan Purworejo 11 orang dan Purwodadi 8 orang. Sedangkan 3 kecamatan lain yakni Bruno, Gebang dan Ngombol tidak ada kasus positif. Sementara jumlah positif COVID-19 terbanyak berasal dari klaster Gowa.

"Sampai sekarang kasus positif ada 68 orang terdiri dari 54 merupakan klaster Gowa dan dari non Gowa 14 orang," lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah positif COVID-19 di Purworejo termasuk tinggi namun bukan tertinggi di Jawa Tengah dan bukanlah merupakan aib yang harus ditutup-tutupi. Menurutnya, tingginya kasus positif COVID-19 tersebut justru hasil dari upaya Pemkab dalam melacak transmisi lokal di kelompok atau orang-orang yang diduga pernah mengalami kontak.

"Hal ini membuktikan justru Pemerintah Daerah sangat responsif dan bekerja keras mencari siapa saja yang diduga pernah kontak dengan positif COVID-19 dan langsung dilakukan rapid test dan swab. Masyarakat harus semakin patuh terhadap anjuran pemerintah, dan mari ini menjadikan momen untuk bersama-masa mencegahnya," jelasnya.

Di Purworejo sendiri sampai hari ini tercatat ada 2.142 ODP dan 42 PDP terdiri dari satu orang dirawat, 31 orang sembuh dan 10 orang meninggal. Sedangkan untuk positif COVID-19 berjumlah 68 orang, terdiri dari 61 orang dirawat dan 7 orang sembuh.

"Saya imbau masyarakat tetap waspada, jangan panik, tetap jaga jarak, pakai masker dan banyak cuci tangan. Hindari kerumunan dan keramaian lebih baik tetap di rumah, karena 75% kasus positif COVID-19 di Purworejo tidak bergejala. Tetap hindari penularan karena jika mengenai orang-orang dengan penyakit kronis dan bawaan, gejala bisa berat dan berbahaya," tutupnya.

Tidak ada komentar