Enam orang sekeluarga di Kabupaten Magelang dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19 pada Kamis (30/4) lalu. Perkembangan terbaru, dua dari enam orang tersebut telah dinyatakan sembuh.
"Kemarin satu, hari ini satu pulang. Hasil swab kedua hasilnya negatif dinyatakan sembuh," ujar Direktur RSUD Muntilan dr Syukri MPH saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2020).

Sehingga masih ada empat orang anggota keluarga tersebut yang kini dirawat di rumah sakit. Syukri mengatakan kondisi empat pasien tersebut baik dan bisa beraktivitas.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Krincing, Kecamatan Secang, Heri Purwanto mengatakan mendapat kabar tentang sembuhnya pasien yang salah seorang di antaranya merupakan warganya itu. Dia kemudian menjemputnya dengan ambulans.

"Selasa (12/5), sekitar pukul 15.30, kami jemput langsung memakai ambulans. Untuk hari ini, kami juga yang akan menjemput langsung pasien," kata Heri siang ini.

Heri mengungkap, pasien yang sembuh pertama ini merupakan kepala keluarga (KK) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Kemudian, untuk hari ini yang dinyatakan sembuh merupakan kakak dari sopir tersebut.

Sembuhnya dua pasien Corona asal Desa Krincing ini, kata Heri, bisa menjadi obat penghilang stres untuk warganya yang lain. Selain itu kabar baik ini juga menjadi semangat untuk warga Desa Krincing lainnya.

Heri juga berpesan kepada warga Desa Krincing untuk selalu mengikuti ajuran pemerintah mengenai jaga jarak, memakai masker dan selalu cuci tangan dengan sabun.

Kesembuhan ini jadi obat penghilang stres. Intinya Krincing kuat, sehat, Corona bukan aib dan bisa disembuhkan," katanya.

Diberitakan sebelumnya enam orang sekeluarga itu terdiri dari sepasang suami dan istri, anak, dua cucu dan kakak dari suami. Juru bicara Percepatan Penanangan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengungkap diduga keluarga ini tertular dari sang suami yang bekerja sebagai sopir.

"Kemungkinan dan belum bisa memastikan, penularannya juga informasi dari Dinkes kemungkinan bisa saja dari bapaknya yang driver itu karena memang mobilitasnya sering keluar kota," kata Nanda, Kamis (30/4).

Magelang. 2 dari 6 Orang Sekeluarga Sembuh dari Corona

Enam orang sekeluarga di Kabupaten Magelang dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19 pada Kamis (30/4) lalu. Perkembangan terbaru, dua dari enam orang tersebut telah dinyatakan sembuh.
"Kemarin satu, hari ini satu pulang. Hasil swab kedua hasilnya negatif dinyatakan sembuh," ujar Direktur RSUD Muntilan dr Syukri MPH saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2020).

Sehingga masih ada empat orang anggota keluarga tersebut yang kini dirawat di rumah sakit. Syukri mengatakan kondisi empat pasien tersebut baik dan bisa beraktivitas.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Krincing, Kecamatan Secang, Heri Purwanto mengatakan mendapat kabar tentang sembuhnya pasien yang salah seorang di antaranya merupakan warganya itu. Dia kemudian menjemputnya dengan ambulans.

"Selasa (12/5), sekitar pukul 15.30, kami jemput langsung memakai ambulans. Untuk hari ini, kami juga yang akan menjemput langsung pasien," kata Heri siang ini.

Heri mengungkap, pasien yang sembuh pertama ini merupakan kepala keluarga (KK) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Kemudian, untuk hari ini yang dinyatakan sembuh merupakan kakak dari sopir tersebut.

Sembuhnya dua pasien Corona asal Desa Krincing ini, kata Heri, bisa menjadi obat penghilang stres untuk warganya yang lain. Selain itu kabar baik ini juga menjadi semangat untuk warga Desa Krincing lainnya.

Heri juga berpesan kepada warga Desa Krincing untuk selalu mengikuti ajuran pemerintah mengenai jaga jarak, memakai masker dan selalu cuci tangan dengan sabun.

Kesembuhan ini jadi obat penghilang stres. Intinya Krincing kuat, sehat, Corona bukan aib dan bisa disembuhkan," katanya.

Diberitakan sebelumnya enam orang sekeluarga itu terdiri dari sepasang suami dan istri, anak, dua cucu dan kakak dari suami. Juru bicara Percepatan Penanangan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengungkap diduga keluarga ini tertular dari sang suami yang bekerja sebagai sopir.

"Kemungkinan dan belum bisa memastikan, penularannya juga informasi dari Dinkes kemungkinan bisa saja dari bapaknya yang driver itu karena memang mobilitasnya sering keluar kota," kata Nanda, Kamis (30/4).

Tidak ada komentar