Warga Bandungan Kabupaten Semarang digegerkan penemuan mayat di Hotel Tri Buana I, Junggul, Kelurahan Bandungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (17/5/2020) pagi.

Mayat saat ini dievakuasi ke RSUD Ambarawa.

Seorang warga sekitar, Tri Sumedi, mengatakan, pria yang terkonfirmasi bernama Hidayanto (54) warga Perum Citra Purbayan Indah, Baki, Sukoharjo, itu sejak 10 Mei 2020 lalu sudah menginap di kamar hotel tersebut.

Dan setiap sahur yang bersangkutan selalu dibangunkan oleh petugas hotel setempat," jelasnya.

Menurutnya, saat seorang petugas hotel, Ponidi, akan membangunkan sahur Hidayanto pagi ini pukul 03.00, tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

"Tetapi kamar korban tak dikunci.

Saat dicek di dalam ternyata sudah gantung diri," paparnya.

Kasubbag Humas Polres Semarang, AKP Suradi, mengatakan korban gantung diri menggunakan tali selempang tas berwarna hitam, di plafon kamar hotel.

"Saksi setelah melihat penemuan mayat gantung diri itu langsung melaporkan ke Polsek Bandungan.

"Tidak terdapat lebam maupun luka gores dan benda tumpul di tubuh korban," jelas dia.

Adapun AKP Suradi menjelaskan, barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya identitas korban, juga satu buah handphone milik korban.

Disinggung terkait penyebab korban gantung diri, menurutnya masih dalam penyelidikan.

Namun, penyebab gantung diri diduga masalah ekonomi yang menjerat korban.

Diduga masalah keuangan.

Sebab ditemukan sebuah chat di Whatsapp korban, bahwa korban butuh uang untuk membuka warung," paparnya.

Gemparkan warga. Seorang pria gantung diri di hotel Semarang

Warga Bandungan Kabupaten Semarang digegerkan penemuan mayat di Hotel Tri Buana I, Junggul, Kelurahan Bandungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (17/5/2020) pagi.

Mayat saat ini dievakuasi ke RSUD Ambarawa.

Seorang warga sekitar, Tri Sumedi, mengatakan, pria yang terkonfirmasi bernama Hidayanto (54) warga Perum Citra Purbayan Indah, Baki, Sukoharjo, itu sejak 10 Mei 2020 lalu sudah menginap di kamar hotel tersebut.

Dan setiap sahur yang bersangkutan selalu dibangunkan oleh petugas hotel setempat," jelasnya.

Menurutnya, saat seorang petugas hotel, Ponidi, akan membangunkan sahur Hidayanto pagi ini pukul 03.00, tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

"Tetapi kamar korban tak dikunci.

Saat dicek di dalam ternyata sudah gantung diri," paparnya.

Kasubbag Humas Polres Semarang, AKP Suradi, mengatakan korban gantung diri menggunakan tali selempang tas berwarna hitam, di plafon kamar hotel.

"Saksi setelah melihat penemuan mayat gantung diri itu langsung melaporkan ke Polsek Bandungan.

"Tidak terdapat lebam maupun luka gores dan benda tumpul di tubuh korban," jelas dia.

Adapun AKP Suradi menjelaskan, barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya identitas korban, juga satu buah handphone milik korban.

Disinggung terkait penyebab korban gantung diri, menurutnya masih dalam penyelidikan.

Namun, penyebab gantung diri diduga masalah ekonomi yang menjerat korban.

Diduga masalah keuangan.

Sebab ditemukan sebuah chat di Whatsapp korban, bahwa korban butuh uang untuk membuka warung," paparnya.

Tidak ada komentar