NGANJUK JATIM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk menyatakan ada tiga tambahan pasien positif Covid-19.

Tambahan tiga kasus positif Covid-19 ini berdasarkan pemeriksaan laboratorium swab BBTKL-PP Surabaya yang keluar pada Jumat, 22 Mei 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Dr. Hendriyanto, mengatakan, pasien pertama berjenis kelamin wanita, usia 46 tahun, warga Kecamatan Loceret, Nganjuk. Ketika dilakukan rapid test pada 15 Mei 2020 hasilnya reaktif. Sehingga pasien langsung diisolasi di RSUD Nganjuk. Pasien kedua, berjenis kelamin laki-laki, usia 34 tahun, asal Kecamatan Rejoso Nganjuk. Pasien juga sudah diisolasi di RSUD Nganjuk.

Sedangkan, satu pasien lagi berjenis kelamin laki-laki, usia 20 tahun, warga Kecamatan Bagor, Nganjuk. Pasien merupakan santri yang terinfeksi Covid-19 ketika berada di Pondok Pesantren Temboro Magetan. Pasien sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Nganjuk.

Dr. Hendriyanto tetap meminta masyarakat untuk tenang, waspada dan tidak panik.

Masyarakat dianjurkan mematuhi arahan pemerintah. Tidak bepergian bila tidak perlu. Wajib menggunakan masker bila keluar rumah, menghindari kerumunan, menghindari kontak fisik, termasuk berjabat tangan dan melakukan jaga jarak.

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti sering melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Update Corona Di Nganjuk, Pasiaen Positif Bertambah 3 Orang

NGANJUK JATIM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk menyatakan ada tiga tambahan pasien positif Covid-19.

Tambahan tiga kasus positif Covid-19 ini berdasarkan pemeriksaan laboratorium swab BBTKL-PP Surabaya yang keluar pada Jumat, 22 Mei 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Dr. Hendriyanto, mengatakan, pasien pertama berjenis kelamin wanita, usia 46 tahun, warga Kecamatan Loceret, Nganjuk. Ketika dilakukan rapid test pada 15 Mei 2020 hasilnya reaktif. Sehingga pasien langsung diisolasi di RSUD Nganjuk. Pasien kedua, berjenis kelamin laki-laki, usia 34 tahun, asal Kecamatan Rejoso Nganjuk. Pasien juga sudah diisolasi di RSUD Nganjuk.

Sedangkan, satu pasien lagi berjenis kelamin laki-laki, usia 20 tahun, warga Kecamatan Bagor, Nganjuk. Pasien merupakan santri yang terinfeksi Covid-19 ketika berada di Pondok Pesantren Temboro Magetan. Pasien sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Nganjuk.

Dr. Hendriyanto tetap meminta masyarakat untuk tenang, waspada dan tidak panik.

Masyarakat dianjurkan mematuhi arahan pemerintah. Tidak bepergian bila tidak perlu. Wajib menggunakan masker bila keluar rumah, menghindari kerumunan, menghindari kontak fisik, termasuk berjabat tangan dan melakukan jaga jarak.

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti sering melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Tidak ada komentar