TRENGGALEK JATIM - Ada lima Kampung Tangguh yang sudah dibuat di Trenggalek. Kampung-kampung tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polres, Forkopimda dan Gugus Tugas COVID-19 serta masyarakat Trenggalek.

Kampung tangguh dibuat untuk pencegahan penyebaran Corona hingga ke pelosok desa. Kampung tangguh di Trenggalek berada di Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek, Kelurahan Ngantri, Dusun Dempok Desa Baruharjo Kecamatan Durenan, Desa Sumber Kecamatan Karangan dan Desa Tegaren Kecamatan Tugu.

"Menindaklanjuti Kapolda Jawa Timur yaitu dengan pembentukan Kampung Tangguh. Di Trenggalek ini kita sudah membentuk ada lima Kampung Tangguh," kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvin Simanjuntak, Minggu (24/5/2020).

Calvin menjelaskan, warga dari luar yang akan masuk ke Kampung Tangguh akan didata dan menjalani pengecekan awal. Mulai dari pengecekan suhu tubuh. Kemudian kendaraan akan ditempeli stiker, tanda telah melalui pengecekan di pos pemantauan.

"Kemudian apabila warga lain, yang bukan warga desa itu, nanti akan dibuatkan dan dijelaskan bagaimana tata tertib yang ada. Nanti di rumahnya akan ditempelkan stiker seperti ini. Nanti petugas akan menjelaskan bahwa yang sudah melewati (masa karantina) akan dicabut," papar Calvin.

Ia menambahkan, di Kampung Tangguh juga disiapkan ruangan untuk karantina. Jadi warga dari luar kota yang ingin masuk akan dilakukan observasi di ruang karantina yang sudah disiapkan.

"Tadi kita juga sudah melihat sekolah yang digunakan. Apabila tidak memungkinkan rumahnya, nanti akan ditempatkan di sekolah yang dijadikan ruang observasi," imbuh Calvin.

Selain itu, di Kampung Tangguh itu juga disiapkan lumbung pangan untuk warga sekitar. Bahan-bahan yang disiapkan di lumbung pangan tersebut dikumpulkan dari warga sekitar secara swadaya.

"Tidak hanya itu, ternyata kita melihat lumbung pangan yang sudah warga siapkan. Warga menyiapkan itu adalah seberapa yang mereka punya. Berapa liter beras, mereka punya makan sayur atau apapun. Nanti itu akan didatakan di posko lumbung pangan dan akan disalurkan bagi warga yang betul-betul membutuhkan di desa ini," lanjutnya.

Menurutnya, para relawan yang ada di Kampung Tangguh sudah mendapat pelatihan dari Forkopimda Kabupaten Trenggalek.

"Untuk malam juga dilakukan ronda malam, Siskamling bersama dengan tiga pilar bersama warga. Nanti ke depan akan berkembang ke desa-desa yang lainnya," pungkas Calvin.

Untuk Mencegah Penularan Corona, Kini Trenggalek Memiliki 5 Kampung Tangguh

TRENGGALEK JATIM - Ada lima Kampung Tangguh yang sudah dibuat di Trenggalek. Kampung-kampung tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polres, Forkopimda dan Gugus Tugas COVID-19 serta masyarakat Trenggalek.

Kampung tangguh dibuat untuk pencegahan penyebaran Corona hingga ke pelosok desa. Kampung tangguh di Trenggalek berada di Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek, Kelurahan Ngantri, Dusun Dempok Desa Baruharjo Kecamatan Durenan, Desa Sumber Kecamatan Karangan dan Desa Tegaren Kecamatan Tugu.

"Menindaklanjuti Kapolda Jawa Timur yaitu dengan pembentukan Kampung Tangguh. Di Trenggalek ini kita sudah membentuk ada lima Kampung Tangguh," kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvin Simanjuntak, Minggu (24/5/2020).

Calvin menjelaskan, warga dari luar yang akan masuk ke Kampung Tangguh akan didata dan menjalani pengecekan awal. Mulai dari pengecekan suhu tubuh. Kemudian kendaraan akan ditempeli stiker, tanda telah melalui pengecekan di pos pemantauan.

"Kemudian apabila warga lain, yang bukan warga desa itu, nanti akan dibuatkan dan dijelaskan bagaimana tata tertib yang ada. Nanti di rumahnya akan ditempelkan stiker seperti ini. Nanti petugas akan menjelaskan bahwa yang sudah melewati (masa karantina) akan dicabut," papar Calvin.

Ia menambahkan, di Kampung Tangguh juga disiapkan ruangan untuk karantina. Jadi warga dari luar kota yang ingin masuk akan dilakukan observasi di ruang karantina yang sudah disiapkan.

"Tadi kita juga sudah melihat sekolah yang digunakan. Apabila tidak memungkinkan rumahnya, nanti akan ditempatkan di sekolah yang dijadikan ruang observasi," imbuh Calvin.

Selain itu, di Kampung Tangguh itu juga disiapkan lumbung pangan untuk warga sekitar. Bahan-bahan yang disiapkan di lumbung pangan tersebut dikumpulkan dari warga sekitar secara swadaya.

"Tidak hanya itu, ternyata kita melihat lumbung pangan yang sudah warga siapkan. Warga menyiapkan itu adalah seberapa yang mereka punya. Berapa liter beras, mereka punya makan sayur atau apapun. Nanti itu akan didatakan di posko lumbung pangan dan akan disalurkan bagi warga yang betul-betul membutuhkan di desa ini," lanjutnya.

Menurutnya, para relawan yang ada di Kampung Tangguh sudah mendapat pelatihan dari Forkopimda Kabupaten Trenggalek.

"Untuk malam juga dilakukan ronda malam, Siskamling bersama dengan tiga pilar bersama warga. Nanti ke depan akan berkembang ke desa-desa yang lainnya," pungkas Calvin.

Tidak ada komentar