MOJOKERTO JATIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali memperbarui data perkembangan kasus virus corona (Covid-19). Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per 19 Mei 2020 bertambah satu. Dengan demikian, jumlah total pasien positif Covid-19 sebanyak 5 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menyampaikan jumlah pasien yang tercomfirm positif Covid-19 bertambah satu. Pasien positif 05 yakni anak dari pasien positif 04 yang merupakan karyawati sebuah perusahaan telekomunikasi di Kota Surabaya.

“Pasien yang terkonfirmasi tersebut berjenis kelamin perempuan berusia sembilan tahun. Ia terpapar oleh ibunya pasien positif 04, yang sebelumnya bekerja di perusahaan telekomunikasi di Surabaya. Pasien 05 telah dilakukan rapid tes sebanyak satu kali,” ungkapnya.

Dari dua kali rapid test yang dilakukan, menunjukkan hasil pasien positif 05 reaktif.

Petugas dengan cepat memberikan penanganan terhadap pasien yang masih dibawah umur tersebut untuk ditempatkan di ruang observasi di Rusunawa Cinde. Rapid test dilakukan setelah sang ibu dinyatakan yang merupakan warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto tersebut dinyatakan positif covid.

“Pada tanggal 13 Mei, kami telah lakukan tes swab. Hasilnya keluar hari ini dengan hasil positif. Keduanya saat ini di rusunawa dan dipantau oleh tim yang bertugas dalam satu shift selama 14 hari. Sama dengan ibunya, pasien positif 05 tidak memiliki gejala klinis,” katanya.

Masih kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, pihaknya belum bisa memastikan terkait dari mana keduanya terinfeksi Covid-19. Ada dua kemungkinan, lanjut Gaguk, keduanya terinfeksi Covid-19 di Kota Surabaya atau pasien positif 04 menulari pasien positif 05.

“Kita tidak tahu tapi kalau anaknya tertular, anaknya (pasien positif 05) berarti trasmisi lokal. Pembawa virus bisa saja dari Surabaya atau kena bersamaan berarti bukan trasmisi lokal, kita sama-sama tidak tahu. Prediksi potensi lebih besar tertular ibunya, psikologi anaknya tidak diajak, terus ikut siapa. Itu risikonya,” tegasnya.

Gaguk berpesan kepada semua warga Kota Mojokerto, agar terus mentaati peraturan yang telah diterapkan oleh pemerintah. Mulai dari disiplin mengenakan masker saat keluar rumah, menerapkan hidup sehat, mencuci tangan dengan sabun dan jangan pulang kampung atau mudik terlebih dahulu.

“Mari taati bersama demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dengan menerapkan protokoler kesehatan, kita bisa memutus mata rantai penyebaran. Bagi orang berstatus PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif.

Karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan RI,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 2604 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 406 orang. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 10 orang. Untuk jumlah PDP yang meninggal hingga saat ini berjumlah empat orang. Sedangkan kasus pasien tercomfirm positif Covid-19 hingga saat ini, bertambah menjadi lima orang.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto merilis peta sebaran Covid-19 terbaru. Ada satu tambahan pasien tercomfirm positif virus corona (Covid-19) yakni seorang perempuan warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Pasien positif 04 (S) bekerja di perusahaan swasta di Kota Surabaya sehingga setiap hari melakukan perjalanan Mojokerto-Surabaya dengan status awal, Orang Dengan Resiko (ODR).

Tertular Dari Ibunya, Bocah SD Di Mojokerto Positif Corona

MOJOKERTO JATIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali memperbarui data perkembangan kasus virus corona (Covid-19). Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per 19 Mei 2020 bertambah satu. Dengan demikian, jumlah total pasien positif Covid-19 sebanyak 5 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menyampaikan jumlah pasien yang tercomfirm positif Covid-19 bertambah satu. Pasien positif 05 yakni anak dari pasien positif 04 yang merupakan karyawati sebuah perusahaan telekomunikasi di Kota Surabaya.

“Pasien yang terkonfirmasi tersebut berjenis kelamin perempuan berusia sembilan tahun. Ia terpapar oleh ibunya pasien positif 04, yang sebelumnya bekerja di perusahaan telekomunikasi di Surabaya. Pasien 05 telah dilakukan rapid tes sebanyak satu kali,” ungkapnya.

Dari dua kali rapid test yang dilakukan, menunjukkan hasil pasien positif 05 reaktif.

Petugas dengan cepat memberikan penanganan terhadap pasien yang masih dibawah umur tersebut untuk ditempatkan di ruang observasi di Rusunawa Cinde. Rapid test dilakukan setelah sang ibu dinyatakan yang merupakan warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto tersebut dinyatakan positif covid.

“Pada tanggal 13 Mei, kami telah lakukan tes swab. Hasilnya keluar hari ini dengan hasil positif. Keduanya saat ini di rusunawa dan dipantau oleh tim yang bertugas dalam satu shift selama 14 hari. Sama dengan ibunya, pasien positif 05 tidak memiliki gejala klinis,” katanya.

Masih kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, pihaknya belum bisa memastikan terkait dari mana keduanya terinfeksi Covid-19. Ada dua kemungkinan, lanjut Gaguk, keduanya terinfeksi Covid-19 di Kota Surabaya atau pasien positif 04 menulari pasien positif 05.

“Kita tidak tahu tapi kalau anaknya tertular, anaknya (pasien positif 05) berarti trasmisi lokal. Pembawa virus bisa saja dari Surabaya atau kena bersamaan berarti bukan trasmisi lokal, kita sama-sama tidak tahu. Prediksi potensi lebih besar tertular ibunya, psikologi anaknya tidak diajak, terus ikut siapa. Itu risikonya,” tegasnya.

Gaguk berpesan kepada semua warga Kota Mojokerto, agar terus mentaati peraturan yang telah diterapkan oleh pemerintah. Mulai dari disiplin mengenakan masker saat keluar rumah, menerapkan hidup sehat, mencuci tangan dengan sabun dan jangan pulang kampung atau mudik terlebih dahulu.

“Mari taati bersama demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dengan menerapkan protokoler kesehatan, kita bisa memutus mata rantai penyebaran. Bagi orang berstatus PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif.

Karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan RI,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 2604 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 406 orang. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 10 orang. Untuk jumlah PDP yang meninggal hingga saat ini berjumlah empat orang. Sedangkan kasus pasien tercomfirm positif Covid-19 hingga saat ini, bertambah menjadi lima orang.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto merilis peta sebaran Covid-19 terbaru. Ada satu tambahan pasien tercomfirm positif virus corona (Covid-19) yakni seorang perempuan warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Pasien positif 04 (S) bekerja di perusahaan swasta di Kota Surabaya sehingga setiap hari melakukan perjalanan Mojokerto-Surabaya dengan status awal, Orang Dengan Resiko (ODR).

Tidak ada komentar