BLITAR JATIM - PDP Virus Corona asal Blitar dikabarkan Meninggal Dunia setelah menjalani perawatan. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti membenarkan adanya satu mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal kabupaten Blitar yang berstatus PDP, meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi, Krisna Yekti menjelaskan, mahasiswa tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 23 tahun, warga Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Hasil tracing Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, mahasiswa ini pulang ke rumah setelah selesai kuliah pada Minggu 3 Mei 2020 lalu.

Kemudian, pada Sabtu 9 Mei 2020, mahasiswa mengeluhkan sakit panas, mual, dan nyeri persendian. Karena kondisi yang semakin buruk, pada Sabtu 16 Mei 2020 mahasiswa dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dan ditempatkan di ruang isolasi.

Namun, setelah menjalani perawatan mahasiswa ini dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 17 Mei 2020 dan dimakamkan di TPU Desa Bakung dengan memakai APD dan protokol penanganan jenazah Covid-19.

Krisna Yekti menambahkan, sebelum dinyatakan meninggal dunia, mahasiswa juga di tes swab dan hasilnya belum keluar.

Sementara itu, keluarga mahasiswa juga diisolasi mandiri dan hasil rapid test di Puskesmas Udanawu menyatakan non-reaktif.

Kabar Sedih, Satu PDP Virus Corona Di Blitar Meninggal Dunia

BLITAR JATIM - PDP Virus Corona asal Blitar dikabarkan Meninggal Dunia setelah menjalani perawatan. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti membenarkan adanya satu mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal kabupaten Blitar yang berstatus PDP, meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi, Krisna Yekti menjelaskan, mahasiswa tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 23 tahun, warga Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.

Hasil tracing Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, mahasiswa ini pulang ke rumah setelah selesai kuliah pada Minggu 3 Mei 2020 lalu.

Kemudian, pada Sabtu 9 Mei 2020, mahasiswa mengeluhkan sakit panas, mual, dan nyeri persendian. Karena kondisi yang semakin buruk, pada Sabtu 16 Mei 2020 mahasiswa dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dan ditempatkan di ruang isolasi.

Namun, setelah menjalani perawatan mahasiswa ini dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 17 Mei 2020 dan dimakamkan di TPU Desa Bakung dengan memakai APD dan protokol penanganan jenazah Covid-19.

Krisna Yekti menambahkan, sebelum dinyatakan meninggal dunia, mahasiswa juga di tes swab dan hasilnya belum keluar.

Sementara itu, keluarga mahasiswa juga diisolasi mandiri dan hasil rapid test di Puskesmas Udanawu menyatakan non-reaktif.