SURABAYA JATIM - Sebanyak 188 warga Rungkut Lor dan Kedung Baruk Dinyatakan reaktif setelah melakukan tes cepat Covid-19 yang digelar oleh Pemkot Surabaya.

Dari jumlah yang ada, 74 warga langsung melakukan Tes Swab di RS Husada Utama.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan jika temuan itu dari strategi Sarang Tawon yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam rangka mengurangi penggunaan Covid-19 di Kota Pahlawan.

“Tapi keputusannya menunggu 4 hingga 8 hari. Nah, sambil menunggu hasil swab itu, arahan Ibu Wali Kota agar orang tersebut dilakukan isolasi di salah satu hotel, ”katanya.

Dalam proses isolasi tersebut, Eddy mengungkapkan, bahwa Pemkot Surabaya menerjunkan jajaran Satpol PP, Linmas melalui petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kecamatan setempat untuk memotivasi dan mengajak mereka agar mau melakukan isolasi di hotel. Tujuannya, agar virus tidak sampai menular ke anggota keluarga yang lain melalui tetangga di sekitar lokasi.

“Nanti jika hasil swabnya negatif, maka mereka kita kembalikan ke Rumah. Tapi jika hasil swab positif, maka kita akan rawat di Rumah Sakit Surabaya. Jadi tujuan kita adalah untuk bisa melampaui pandemi, ”jelasnya.

Sebagai informasi, selain di Rungkut dan Kedung Baruk, tes cepat massal juga digelar di Manukan juga Bratang. “Kita melakukan metode sarang tawon. Jadi kompilasi di lokasi-lokasi ditemukan terpapar, maka di kampung itu kita lakukan tes cepat secara massal, bagi warga yang ada di situ, ”pungkas Eddy.

Hasil Rapid Test, Ratusan Warga di Surabaya Reaktif Corona

SURABAYA JATIM - Sebanyak 188 warga Rungkut Lor dan Kedung Baruk Dinyatakan reaktif setelah melakukan tes cepat Covid-19 yang digelar oleh Pemkot Surabaya.

Dari jumlah yang ada, 74 warga langsung melakukan Tes Swab di RS Husada Utama.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan jika temuan itu dari strategi Sarang Tawon yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam rangka mengurangi penggunaan Covid-19 di Kota Pahlawan.

“Tapi keputusannya menunggu 4 hingga 8 hari. Nah, sambil menunggu hasil swab itu, arahan Ibu Wali Kota agar orang tersebut dilakukan isolasi di salah satu hotel, ”katanya.

Dalam proses isolasi tersebut, Eddy mengungkapkan, bahwa Pemkot Surabaya menerjunkan jajaran Satpol PP, Linmas melalui petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kecamatan setempat untuk memotivasi dan mengajak mereka agar mau melakukan isolasi di hotel. Tujuannya, agar virus tidak sampai menular ke anggota keluarga yang lain melalui tetangga di sekitar lokasi.

“Nanti jika hasil swabnya negatif, maka mereka kita kembalikan ke Rumah. Tapi jika hasil swab positif, maka kita akan rawat di Rumah Sakit Surabaya. Jadi tujuan kita adalah untuk bisa melampaui pandemi, ”jelasnya.

Sebagai informasi, selain di Rungkut dan Kedung Baruk, tes cepat massal juga digelar di Manukan juga Bratang. “Kita melakukan metode sarang tawon. Jadi kompilasi di lokasi-lokasi ditemukan terpapar, maka di kampung itu kita lakukan tes cepat secara massal, bagi warga yang ada di situ, ”pungkas Eddy.