GRESIK JATIM – Seorang pria bernama Mohammad Syafii bin Abdul (51) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Gresik, meninggal dunia di atas pesawat Malaysia Air System (MAS) saat hendak pulang ke kampung halamannya.

Warga asal Desa Ketanen itu, tercatat sebagai penumpang pesawat MAS nomor penerbangan MH871 di kursi 2C. Jenazah korban langsung dibawah ke RS Bhayangkara Polda Jatim dengan menggunakan ambulance KKP Kelas 1 Surabaya.

Anak korban Syafaul Huda (26) mengatakan, orang tuanya sebelumnya mengaku sudah sakit lambung. “Tiga hari yang lalu ayah saya sudah cerita kalau sakit lambung,” katanya, Selasa (19/05/2020).

Selain korban, di dalam pesawat MAS ada 27 TKI lainnya asal berbagai daerah di Gresik. Sebelum kembali ke rumah mereka terlebih dahulu dilakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas Kebomas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali menuturkan, 27 TKI yang diperiksa hasilnya belum keluar sehingga usai dipulangkan ke rumah masing-masing mereka harus diisolasi selama dua pekan. Selanjutnya, mereka diperiksa kesehatan oleh petugas puskesmas. “Tim kesehatan dari puskesmas yang akan memeriksa kesehatannya saat isolasi dan sampai hasil tesnya yang keluar dinyatakan negatif,” tandasnya

Pulang Dari Malaysia, Pria Asal Gresik Meninggal di Pesawat

GRESIK JATIM – Seorang pria bernama Mohammad Syafii bin Abdul (51) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Gresik, meninggal dunia di atas pesawat Malaysia Air System (MAS) saat hendak pulang ke kampung halamannya.

Warga asal Desa Ketanen itu, tercatat sebagai penumpang pesawat MAS nomor penerbangan MH871 di kursi 2C. Jenazah korban langsung dibawah ke RS Bhayangkara Polda Jatim dengan menggunakan ambulance KKP Kelas 1 Surabaya.

Anak korban Syafaul Huda (26) mengatakan, orang tuanya sebelumnya mengaku sudah sakit lambung. “Tiga hari yang lalu ayah saya sudah cerita kalau sakit lambung,” katanya, Selasa (19/05/2020).

Selain korban, di dalam pesawat MAS ada 27 TKI lainnya asal berbagai daerah di Gresik. Sebelum kembali ke rumah mereka terlebih dahulu dilakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas Kebomas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali menuturkan, 27 TKI yang diperiksa hasilnya belum keluar sehingga usai dipulangkan ke rumah masing-masing mereka harus diisolasi selama dua pekan. Selanjutnya, mereka diperiksa kesehatan oleh petugas puskesmas. “Tim kesehatan dari puskesmas yang akan memeriksa kesehatannya saat isolasi dan sampai hasil tesnya yang keluar dinyatakan negatif,” tandasnya

Tidak ada komentar