JOMBANG JATIM - Seorang wanita bernama Bu Karen warga Perumaham Mojongapit Indah Kota Jombang menginformasikan ke petugas tentang aktifitas sejumlah anak di lingkungan perumahan yang membuat kegaduhan jelang sahur.

Anak-anak tersebut menyalakan petasan saat warga sedang terlelap tidur dan membubarkan diri jelang jam 03.00 WIB. Sudah pernah diberikan teguran tetapi tidak pernah dihiraukan.

Dari Informasi dari Bu Karen langsung diteruskan ke Polsek Jombang Kota agar ditindaklanjuti, sehingga kegaduhan tersebut tidak menimbulkan permasalahan lebih besar di lingkungan perumahan.

AKP Wilono Kapolsek Jombang Kota mengatakan, mengutip  dari Radio Andikafm Kediri langsung ditindaklanjuti dengan menggelar mediasi antara warga perumahan Mojongapit dengan orang tua sejumlah anak yang dilaporkan sering membuat kegaduhan.

Dalam pertemuan di rumah kepala dusun itu, selain BKTM dan Babinsa, juga turut hadir tokoh agama serta tokoh masyarakat. Didampingi orang tuanya, empat anak yang sering menyalakan petasan itu membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

Sering Buat Kegaduhan Nyalakan Mercon, 4 Anak di Jombang Dilaporkan Polisi

JOMBANG JATIM - Seorang wanita bernama Bu Karen warga Perumaham Mojongapit Indah Kota Jombang menginformasikan ke petugas tentang aktifitas sejumlah anak di lingkungan perumahan yang membuat kegaduhan jelang sahur.

Anak-anak tersebut menyalakan petasan saat warga sedang terlelap tidur dan membubarkan diri jelang jam 03.00 WIB. Sudah pernah diberikan teguran tetapi tidak pernah dihiraukan.

Dari Informasi dari Bu Karen langsung diteruskan ke Polsek Jombang Kota agar ditindaklanjuti, sehingga kegaduhan tersebut tidak menimbulkan permasalahan lebih besar di lingkungan perumahan.

AKP Wilono Kapolsek Jombang Kota mengatakan, mengutip  dari Radio Andikafm Kediri langsung ditindaklanjuti dengan menggelar mediasi antara warga perumahan Mojongapit dengan orang tua sejumlah anak yang dilaporkan sering membuat kegaduhan.

Dalam pertemuan di rumah kepala dusun itu, selain BKTM dan Babinsa, juga turut hadir tokoh agama serta tokoh masyarakat. Didampingi orang tuanya, empat anak yang sering menyalakan petasan itu membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.