PONOROGO JATIM - Hasil autopsi warga Desa Wringinanom Kecamatan Sambit yang meninggal dengan bersimbah darah di rumahnya sudah keluar.

Dalam laporan tim forensik RS Bhayangkara Kediri menyebutkan, ada pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala. Hal itu menjadi penyebab utama kematian korban.

“Dengan hasil otopsi itu, kami tindak lanjuti dengan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Selasa (19/5/2020).

Polres Ponorogo, kata Arief sudah memeriksa 21 saksi. Jumlah tersebut terdiri dari keluarga, tetangga dan pihak lain yang mengetahui situasi terakhir keseharian korban. Karena selama ini diketahui korban tinggal sendiri di rumahnya.

“Tidak menutup kemungkinan akan menambah saksi-saksi. Kami akan telusuri berbagai motif yang ada,” katanya.

Arief menjelaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk secepat mungkin mengungkap kasus tersebut. Kendala yang dihadapi yakni TKP pada saat petugas datang sudah rusak.

Selain itu korban yang tinggal sendiri, membuat saksi-saksi jarang mengetahui aktivitas korban.

“Namun kendala tersebut tidak membuat hambatan buat kami, malah menjadi tantangan untuk bisa ungkap kasus ini secepat mungkin,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Tambong Kecamatan Wringinanom Kecamatan Sambit mendadak gempar dengan penemuan Maryono (55), warga setempat yang meninggal di rumahnya.

Korban ditemukan pertama kali dalam keadaan tengkurap dengan bersimbah darah.

“Iya memang tadi malam ada laporan, warga Desa Wringinanom yang meninggal dengan bersimbah darah,” kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno, Selasa (21/4/2020).

Suriatno menceritakan korban pertama kali ditemukan sudah meninggal oleh anaknya dan beberapa tetangga. Mulanya tetangga curiga rumah korban yang sudah malam tak kunjung dihidupkan lampunya. Mencoba memanggil korban tapi tidak ada respon, akhirnya tetangga tersebut memanggil anak korban.

“Akhirnya bersama anak-anaknya, tetangga tersebut membuka rumah korban. Dan mendapati Maryono sudah meninggal,” pungkasnya.

Hasilnya Autopsi Keluar, Kasus Pembunuhan Di Ponorogo Terungkap

PONOROGO JATIM - Hasil autopsi warga Desa Wringinanom Kecamatan Sambit yang meninggal dengan bersimbah darah di rumahnya sudah keluar.

Dalam laporan tim forensik RS Bhayangkara Kediri menyebutkan, ada pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala. Hal itu menjadi penyebab utama kematian korban.

“Dengan hasil otopsi itu, kami tindak lanjuti dengan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Selasa (19/5/2020).

Polres Ponorogo, kata Arief sudah memeriksa 21 saksi. Jumlah tersebut terdiri dari keluarga, tetangga dan pihak lain yang mengetahui situasi terakhir keseharian korban. Karena selama ini diketahui korban tinggal sendiri di rumahnya.

“Tidak menutup kemungkinan akan menambah saksi-saksi. Kami akan telusuri berbagai motif yang ada,” katanya.

Arief menjelaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk secepat mungkin mengungkap kasus tersebut. Kendala yang dihadapi yakni TKP pada saat petugas datang sudah rusak.

Selain itu korban yang tinggal sendiri, membuat saksi-saksi jarang mengetahui aktivitas korban.

“Namun kendala tersebut tidak membuat hambatan buat kami, malah menjadi tantangan untuk bisa ungkap kasus ini secepat mungkin,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Tambong Kecamatan Wringinanom Kecamatan Sambit mendadak gempar dengan penemuan Maryono (55), warga setempat yang meninggal di rumahnya.

Korban ditemukan pertama kali dalam keadaan tengkurap dengan bersimbah darah.

“Iya memang tadi malam ada laporan, warga Desa Wringinanom yang meninggal dengan bersimbah darah,” kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno, Selasa (21/4/2020).

Suriatno menceritakan korban pertama kali ditemukan sudah meninggal oleh anaknya dan beberapa tetangga. Mulanya tetangga curiga rumah korban yang sudah malam tak kunjung dihidupkan lampunya. Mencoba memanggil korban tapi tidak ada respon, akhirnya tetangga tersebut memanggil anak korban.

“Akhirnya bersama anak-anaknya, tetangga tersebut membuka rumah korban. Dan mendapati Maryono sudah meninggal,” pungkasnya.