PASURUAN JATIM - Kasus PDP Corona Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia bertambah tiga orang. Jumlah keseluruhan PDP yang meninggal 19 orang.

"Tiga PDP meninggal semua memiliki penyakit penyerta," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Minggu (17/5/2020).

Ketiga PDP meninggal yakni laki-laki umur 41 tahun warga Kecamatan Gempol, laki-laki umur 65 tahun warga Kecamatan Bangil dan perempuan umur 51 dari Kecamatan Tutur.

"PDP asal Gempol berstatus PDP sejak 3 Mei 2020 dengan keluhan pneumonia dan memiliki penyakit penyerta berupa HIV/AIDS. Tes swab pasien ini negatif," terang Anang.

Sedangkan PDP asal Bangil masuk ke RSUD Bangil sejak 6 Mei 2020 dengan keluhan batuk, sesak, pusing disertai sesak nafas. PDP ini hasil tracing dari petugas dengan status reaktif rapid test.

Sementara PPD asal Tutur merupakan pasien RS Prima Husada Singosari yang dirawat lantaran sesak nafas plus komorbit berupa stroke. Begitu mendapatkan informasi terkait meninggalnya warga ini, petugas dari Puskesmas Tutur langsung membawa jenazah menuju lokasi pemakaman di wilayah Tutur.

"Pemakaman ketiga PDP dilakukan dengan protap pasien COVID-19. Semuanya lancar. Alhamdulillah masyarakat sudah teredukasi sehingga tidak ada penolakan," pungkas Anang.

Kabar Duka, 3 PDP Virus Corona Di Pasuruan Meninggal Dunia Hari Ini

PASURUAN JATIM - Kasus PDP Corona Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia bertambah tiga orang. Jumlah keseluruhan PDP yang meninggal 19 orang.

"Tiga PDP meninggal semua memiliki penyakit penyerta," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Minggu (17/5/2020).

Ketiga PDP meninggal yakni laki-laki umur 41 tahun warga Kecamatan Gempol, laki-laki umur 65 tahun warga Kecamatan Bangil dan perempuan umur 51 dari Kecamatan Tutur.

"PDP asal Gempol berstatus PDP sejak 3 Mei 2020 dengan keluhan pneumonia dan memiliki penyakit penyerta berupa HIV/AIDS. Tes swab pasien ini negatif," terang Anang.

Sedangkan PDP asal Bangil masuk ke RSUD Bangil sejak 6 Mei 2020 dengan keluhan batuk, sesak, pusing disertai sesak nafas. PDP ini hasil tracing dari petugas dengan status reaktif rapid test.

Sementara PPD asal Tutur merupakan pasien RS Prima Husada Singosari yang dirawat lantaran sesak nafas plus komorbit berupa stroke. Begitu mendapatkan informasi terkait meninggalnya warga ini, petugas dari Puskesmas Tutur langsung membawa jenazah menuju lokasi pemakaman di wilayah Tutur.

"Pemakaman ketiga PDP dilakukan dengan protap pasien COVID-19. Semuanya lancar. Alhamdulillah masyarakat sudah teredukasi sehingga tidak ada penolakan," pungkas Anang.

Tidak ada komentar