JOMBANG JATIM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang akan mengkarantina Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito. Pasalnya, di desa ini terdapat 5 orang positif Corona. Sementara puluhan orang lainnya menjalani rapid test.

Kepala Desa Plosokerep Bambang Hermanto mengatakan, terdapat 5 warganya yang terkonfirmasi COVID-19. Yaitu pria 43 tahun dan perempuan 40 tahun pasangan suami istri penjual sayur di pasar Keputran-Surabaya, pria 28 tahun buruh pabrik di Mojokerto, pria 60 tahun dan pria 52 tahun pedagang pasar tradisional di Kabupaten Jombang.

Imbas adanya 5 pasien positif Corona tersebut, lanjut Bambang, Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang melakukan rapid test terhadap 40 warga Desa Plosokerep. Puluhan orang itu disinyalir pernah kontak erat dengan para pasien positif Corona.

"Yang terdampak kemarin kami rapid test 40 warga. Hasilnya silakan tanya ke Dinas Kesehatan," kata Bambang kepada wartawan di kantornya, Rabu (27/5/2020).

Khawatir dengan masifnya penyebaran virus Corona di desanya, Bambang pun sedang berkoordinasi dengan Pemkab Jombang untuk melakukan karantina wilayah. Untuk sementara waktu, warga yang pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 melakukan karantina mandiri.

"Kami juga sudah membentuk tim relawan di setiap dusun untuk melakukan penjagaan, pendataan tamu, penyemprotan oleh desa dan swadaya masyarakat dua hari sekali setiap malam," ujarnya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno membenarkan adanya rencana karantina wilayah terhadap Desa Plosokerep. Menurut dia, rencana karantina wilayah pada tahap pembahasan di gugus tugas.

"Saat karantina wilayah, pemerintah harus mampu menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan. Misalnya pendirian dapur umum di desa itu. Kami batasi seluruh aktivitas masyarakat," terangnya.

Ia menegaskan, Desa Plosokerep bukan klaster baru penularan virus Corona di Kabupaten Jombang. Dia menyebut penyebaran COVID-19 di desa tersebut sebagai transmisi lokal

"Bukan klaster, tapi transmisi lokal saja," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Subandriyah juga menampik Desa Plosokerep sebagai klaster baru. Menurut dia, ada kemungkinan lima pasien positif Corona di desa tersebut tertular virus dari luar daerah.

"Karena kerja mereka semua di luar daerah. Ada yang di Surabaya, Mojokerto. Kadang mereka belanja barang dagangan sampai ke Batu," jelasnya.

Terkait rencana karantina wilayah Desa Plosokerep, Subandriyah menyatakan masih akan dibahas oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang. "Soal karantina wilayah masih akan dibahas oleh Gugus Tugas," tandasnya.

Sampai hari ini terdapat 39 pasien positif COVID-19 di Kabupaten Jombang. Dari jumlah itu, 8 pasien isolasi mandiri, 26 orang dirawat di rumah sakit, 4 sembuh, serta 1 pasien meninggal dunia.

5 Warganya Positif Corona, Desa Di Jombang Akan Dikarantina

JOMBANG JATIM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang akan mengkarantina Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito. Pasalnya, di desa ini terdapat 5 orang positif Corona. Sementara puluhan orang lainnya menjalani rapid test.

Kepala Desa Plosokerep Bambang Hermanto mengatakan, terdapat 5 warganya yang terkonfirmasi COVID-19. Yaitu pria 43 tahun dan perempuan 40 tahun pasangan suami istri penjual sayur di pasar Keputran-Surabaya, pria 28 tahun buruh pabrik di Mojokerto, pria 60 tahun dan pria 52 tahun pedagang pasar tradisional di Kabupaten Jombang.

Imbas adanya 5 pasien positif Corona tersebut, lanjut Bambang, Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang melakukan rapid test terhadap 40 warga Desa Plosokerep. Puluhan orang itu disinyalir pernah kontak erat dengan para pasien positif Corona.

"Yang terdampak kemarin kami rapid test 40 warga. Hasilnya silakan tanya ke Dinas Kesehatan," kata Bambang kepada wartawan di kantornya, Rabu (27/5/2020).

Khawatir dengan masifnya penyebaran virus Corona di desanya, Bambang pun sedang berkoordinasi dengan Pemkab Jombang untuk melakukan karantina wilayah. Untuk sementara waktu, warga yang pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 melakukan karantina mandiri.

"Kami juga sudah membentuk tim relawan di setiap dusun untuk melakukan penjagaan, pendataan tamu, penyemprotan oleh desa dan swadaya masyarakat dua hari sekali setiap malam," ujarnya.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno membenarkan adanya rencana karantina wilayah terhadap Desa Plosokerep. Menurut dia, rencana karantina wilayah pada tahap pembahasan di gugus tugas.

"Saat karantina wilayah, pemerintah harus mampu menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan. Misalnya pendirian dapur umum di desa itu. Kami batasi seluruh aktivitas masyarakat," terangnya.

Ia menegaskan, Desa Plosokerep bukan klaster baru penularan virus Corona di Kabupaten Jombang. Dia menyebut penyebaran COVID-19 di desa tersebut sebagai transmisi lokal

"Bukan klaster, tapi transmisi lokal saja," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Subandriyah juga menampik Desa Plosokerep sebagai klaster baru. Menurut dia, ada kemungkinan lima pasien positif Corona di desa tersebut tertular virus dari luar daerah.

"Karena kerja mereka semua di luar daerah. Ada yang di Surabaya, Mojokerto. Kadang mereka belanja barang dagangan sampai ke Batu," jelasnya.

Terkait rencana karantina wilayah Desa Plosokerep, Subandriyah menyatakan masih akan dibahas oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang. "Soal karantina wilayah masih akan dibahas oleh Gugus Tugas," tandasnya.

Sampai hari ini terdapat 39 pasien positif COVID-19 di Kabupaten Jombang. Dari jumlah itu, 8 pasien isolasi mandiri, 26 orang dirawat di rumah sakit, 4 sembuh, serta 1 pasien meninggal dunia.