KEDIRI JATIM - Pemkot Kediri terus melakukan penelusuran terhadap warga yang positif tes cepat dari klaster Pabrik Rokok Mustika Tulungagung.

Walikota Kediri Abdulllah Abu Bakar mengatakan hari ini 06/05/2020 kembali ada dua warga yang reaktif atau positif saat menerima tes cepat.

Mereka masing-masing dari Lingkungan Kelurahan Dadapan Tinalan dan Kelurahan Bandar Lor.

Saat dikonfirmasi Drs. Abu Bakar mengatakan, hasil ini diperoleh setelah tim gugus tugas Covid-19 Kota Kediri melakukan tes cepat terhadap lebih dari 50 orang yang diperoleh dari klaster pabrik rokok Tulungagung.

Jumlah total ini sudah ada 14 orang yang positif tes cepat. Ke-14 orang ini juga sudah menunggu uji swab dan masih menunggu hasil lab apakah positif Covid-19 atau negatif. Dari ke-14 pasien itu, tiga di disetujui di rumah sakit.

Dua di RS Muhammadiyah Mojoroto Kota Kediri dan satu pasien di RSUD Gambiran Kota Kediri. Sementara sebelas orang beristirahat, karena tak bergejala, kini ada isolasi di rumah masing-masing dengan pengawasan tim medis.

Hasil Rapid Test, 2 Warga Kediri Kembali Dinyatakan Positif Corona

KEDIRI JATIM - Pemkot Kediri terus melakukan penelusuran terhadap warga yang positif tes cepat dari klaster Pabrik Rokok Mustika Tulungagung.

Walikota Kediri Abdulllah Abu Bakar mengatakan hari ini 06/05/2020 kembali ada dua warga yang reaktif atau positif saat menerima tes cepat.

Mereka masing-masing dari Lingkungan Kelurahan Dadapan Tinalan dan Kelurahan Bandar Lor.

Saat dikonfirmasi Drs. Abu Bakar mengatakan, hasil ini diperoleh setelah tim gugus tugas Covid-19 Kota Kediri melakukan tes cepat terhadap lebih dari 50 orang yang diperoleh dari klaster pabrik rokok Tulungagung.

Jumlah total ini sudah ada 14 orang yang positif tes cepat. Ke-14 orang ini juga sudah menunggu uji swab dan masih menunggu hasil lab apakah positif Covid-19 atau negatif. Dari ke-14 pasien itu, tiga di disetujui di rumah sakit.

Dua di RS Muhammadiyah Mojoroto Kota Kediri dan satu pasien di RSUD Gambiran Kota Kediri. Sementara sebelas orang beristirahat, karena tak bergejala, kini ada isolasi di rumah masing-masing dengan pengawasan tim medis.