MALANG JATIM - Belasan tenaga kesehatan di Kota Malang terpapar virus Corona. Mereka terinfeksi virus Corona karena aktivitas kerja. Kasus ini sekaligus menciptakan klaster tenaga kesehatan di Kota Malang.

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengaku ada 14 orang yang terinfeksi virus COVID-19. Dari jumlah itu, di dalamnya ada tenaga kesehatan beserta keluarganya.

"10 Orang harus menjalani perawatan dan 4 lainnya telah dinyatakan sehat," kata Nur Widianto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/5/2020).

Tenaga kesehatan disebut rentan tertular virus Corona, jelas dia, karena kesehariannya merawat pasien di sejumlah rumah sakit rujukan. "Nakes (tenaga kesehatan) sangat rentan tertular, dan juga kepada orang-orang di sekitarnya," sebutnya.

Nur Widianto merinci, para tenaga kesehatan yang dinyatakan terinfeksi virus berjumlah 12 orang. Sementara dua lainnya merupakan keluarga dari tenaga kesehatan itu sendiri. "Nakes sebanyak 12 orang, dan menyebar di semua rumah sakit," tutur Nur Widianto.

Sementara Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, belasan tenaga kesehatan dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab yang sudah dilakukan sebanyak dua kali.

"Saat ini, masih menunggu hasil swab ketiga dan keempat. Semoga nanti hasilnya negatif. Karena perkembangan kondisi para nakes terus membaik," ujar Husnul terpisah.

Menumpuknya jumlah sampel yang harus diuji satu per satu di laboratorium, lanjut Husnul, menyebabkan proses untuk mengetahui hasil swab memakan waktu cukup lama. "Swab ketiga dan keempat hasilnya belum keluar. Karena di laborat menumpuk sampel yang harus diuji," sambung Husnul.

Husnul menambahkan, belasan tenaga kesehatan tersebut meliputi dokter, perawat dan juga tenaga penunjang medis atau bekerja pada bagi gizi di sebuah rumah sakit rujukan. "Dari belasan itu, ada dokter, perawat dan ada juga bagian gizi yang dinyatakan positif COVID-19," imbuh Husnul.

Tenaga kesehatan menjadi klaster sebaran virus COVID-19 di Kota Malang, setelah angka kasus tenaga kesehatan terpapar virus Corona cukup banyak jumlahnya. Namun dalam beberapa waktu terakhir, klaster tenaga kesehatan di Kota Malang tak menambah kasus baru.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Malang per 25 Mei 2020, jumlah warga yang dinyatakan positif COVID-19 sebanyak 34 orang. Rinciannya, 1 meninggal dunia, 13 dinyatakan sembuh, dan 20 orang masih menjalani perawatan.

14 Orang Tenaga Medis Di Malang Terinfeksi Virus Corona

MALANG JATIM - Belasan tenaga kesehatan di Kota Malang terpapar virus Corona. Mereka terinfeksi virus Corona karena aktivitas kerja. Kasus ini sekaligus menciptakan klaster tenaga kesehatan di Kota Malang.

Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengaku ada 14 orang yang terinfeksi virus COVID-19. Dari jumlah itu, di dalamnya ada tenaga kesehatan beserta keluarganya.

"10 Orang harus menjalani perawatan dan 4 lainnya telah dinyatakan sehat," kata Nur Widianto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/5/2020).

Tenaga kesehatan disebut rentan tertular virus Corona, jelas dia, karena kesehariannya merawat pasien di sejumlah rumah sakit rujukan. "Nakes (tenaga kesehatan) sangat rentan tertular, dan juga kepada orang-orang di sekitarnya," sebutnya.

Nur Widianto merinci, para tenaga kesehatan yang dinyatakan terinfeksi virus berjumlah 12 orang. Sementara dua lainnya merupakan keluarga dari tenaga kesehatan itu sendiri. "Nakes sebanyak 12 orang, dan menyebar di semua rumah sakit," tutur Nur Widianto.

Sementara Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, belasan tenaga kesehatan dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab yang sudah dilakukan sebanyak dua kali.

"Saat ini, masih menunggu hasil swab ketiga dan keempat. Semoga nanti hasilnya negatif. Karena perkembangan kondisi para nakes terus membaik," ujar Husnul terpisah.

Menumpuknya jumlah sampel yang harus diuji satu per satu di laboratorium, lanjut Husnul, menyebabkan proses untuk mengetahui hasil swab memakan waktu cukup lama. "Swab ketiga dan keempat hasilnya belum keluar. Karena di laborat menumpuk sampel yang harus diuji," sambung Husnul.

Husnul menambahkan, belasan tenaga kesehatan tersebut meliputi dokter, perawat dan juga tenaga penunjang medis atau bekerja pada bagi gizi di sebuah rumah sakit rujukan. "Dari belasan itu, ada dokter, perawat dan ada juga bagian gizi yang dinyatakan positif COVID-19," imbuh Husnul.

Tenaga kesehatan menjadi klaster sebaran virus COVID-19 di Kota Malang, setelah angka kasus tenaga kesehatan terpapar virus Corona cukup banyak jumlahnya. Namun dalam beberapa waktu terakhir, klaster tenaga kesehatan di Kota Malang tak menambah kasus baru.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Malang per 25 Mei 2020, jumlah warga yang dinyatakan positif COVID-19 sebanyak 34 orang. Rinciannya, 1 meninggal dunia, 13 dinyatakan sembuh, dan 20 orang masih menjalani perawatan.

Tidak ada komentar