PROBOLINGGO JATIM - Joni Hermanto, warga Kota Probolinggo tewas tersengat listrik tegangan tinggi. Ia tersengat saat memperbaiki listrik yang padam dengan menaiki Gardu Trafo Tiang (GTT) PLN.

Korban merupakan warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih. Bapak dua anak tersebut tewas tersengat dalam posisi tergantung di GTT.

Saat ditemukan tewas, warga hanya bisa melihat jenazah dari bawah. Mereka khawatir tubuh korban masih dialiri listrik.

Imam, warga setempat mengatakan, korban merupakan pensiunan pegawai kertas di Leces. Jika ada gangguan listrik, korban kerap diminta bantuan warga.

"Korban biasa memang perbaiki listrik. Tadi daerah sini sempat padam. Mungkin karena itu, korban kemudian naik dan hendak perbaiki sendiri," ujar Imam, Kamis (16/4/2020).

Tak lama kemudian petugas PLN datang ke lokasi dan mengevakuasi jenazah korban dari atas GTT. Margiono, salah seorang petugas mengatakan, korban bukanlah pegawai PLN.

Margiono juga membenarkan, di lokasi sempat terjadi pemadaman listrik karena ada korsleting listrik. "Guna menghindari bahaya, tadi trafo dimatikan dahulu. Baru tubuh korban kita evakuasi dengan tali," terangnya.

Kapolsek Wonoasih, AKP Kuzaini mengatakan, apa yang terjadi kepada korban merupakan kecelakaan tunggal. Sebab, saat kejadian korban naik GTT sendirian.

"Usai dievakuasi korban langsung dimakamkan, karena keluarga sudah menganggapnya musibah," pungkas Kuzaini.

Tersengat Listrik, Pria Di Probolinggo Tewas

PROBOLINGGO JATIM - Joni Hermanto, warga Kota Probolinggo tewas tersengat listrik tegangan tinggi. Ia tersengat saat memperbaiki listrik yang padam dengan menaiki Gardu Trafo Tiang (GTT) PLN.

Korban merupakan warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih. Bapak dua anak tersebut tewas tersengat dalam posisi tergantung di GTT.

Saat ditemukan tewas, warga hanya bisa melihat jenazah dari bawah. Mereka khawatir tubuh korban masih dialiri listrik.

Imam, warga setempat mengatakan, korban merupakan pensiunan pegawai kertas di Leces. Jika ada gangguan listrik, korban kerap diminta bantuan warga.

"Korban biasa memang perbaiki listrik. Tadi daerah sini sempat padam. Mungkin karena itu, korban kemudian naik dan hendak perbaiki sendiri," ujar Imam, Kamis (16/4/2020).

Tak lama kemudian petugas PLN datang ke lokasi dan mengevakuasi jenazah korban dari atas GTT. Margiono, salah seorang petugas mengatakan, korban bukanlah pegawai PLN.

Margiono juga membenarkan, di lokasi sempat terjadi pemadaman listrik karena ada korsleting listrik. "Guna menghindari bahaya, tadi trafo dimatikan dahulu. Baru tubuh korban kita evakuasi dengan tali," terangnya.

Kapolsek Wonoasih, AKP Kuzaini mengatakan, apa yang terjadi kepada korban merupakan kecelakaan tunggal. Sebab, saat kejadian korban naik GTT sendirian.

"Usai dievakuasi korban langsung dimakamkan, karena keluarga sudah menganggapnya musibah," pungkas Kuzaini.

Tidak ada komentar