BLITAR JATIM - Seorang ibu muda dan balitanya dilaporkan menghilang di dekat sebuah jembatan. Keluarga menduga hilangnya mereka karena punya tanggungan utang yang telah jatuh tempo.

Ibu yang hilang itu bernama Nita (31), warga Dusun Paldoyong, Desa Sambigede, Kecamatan Binangun. Dia dilaporkan menghilang di sekitar Jembatan Krekesan yang merupakan batas antara Desa Sambigede dengan Desa Ngadri. Saat menghilang, Nita diketahui menggendong anaknya yang masih balita.

"Kami menerima laporan hilangnya ibu dan anak itu Jumat (24/4) malam. Semalam langsung kami lakukan pencarian dengan tim gabungan, karena jembatan itu besar dan di bawahnya merupakan aliran Sungai Brantas," kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar Achmad Cholik dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/4/2020).

Menurut keterangan keluarganya, lanjut Cholik, Jumat (24/4) kemarin keluarga Nita menggelar hajatan selamatan selapanan (35 hari) anaknya. Setelah selamatan selesai, Nita izin kepada orang tua dan suaminya untuk ke posyandu di Singkil.

Dia minta tolong kepada keponakannya Winda untuk mengantar, berangkat dari rumah pukul 09.00 WIB. Namun sesampainya di jembatan Krekesan, Wilda dimintai tolong mengambil KMS anaknya karena lupa dibawa.

"Nita minta diturunkan di jembatan itu bersama anaknya. Wilda pulang ke rumah dan mencari KMS, namun tak ada. Akhirnya dia balik menemui Nita. Tapi sesampai di jembatan Krekesan ternyata Nita dan anaknya tidak ada," bebernya.

Wilda pun kembali pulang dan memberitahukan keluarga mereka jika Nita dan bayinya tidak ada. Ditunggu sampai malam tidak pulang, akhirnya suami dan masyarakat sekitar rumah mencari Nita dari pukul 22.00 WIB dengan menyisiri sungai Jembatan Krekesan.

"Sampai saat ini, keberadaan ibu dan balitanya belum kami ketahui. Upaya pencarian juga kami lakukan dengan mencari informasi ke desa di sekitarnya," kata Cholik.

Keterangan dari keluarganya, Nita diduga menghilang karena utang ke PKK sebesar Rp 2,5 juta. Dan saat ini, uang tersebut harus lunas dan terkumpul pada bulan Mei. Kemungkinan, Nita bingung untuk melunasinya.

"Informasi yang kami terima seperti itu. Diduga ada utang, bingung belum melunasinya. Semoga ibu dan balitanya segera ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat semua," pungkasnya.

Terlilit Hutang, Ibu dan Anak Di Blitar Menghilang Di Jembatan

BLITAR JATIM - Seorang ibu muda dan balitanya dilaporkan menghilang di dekat sebuah jembatan. Keluarga menduga hilangnya mereka karena punya tanggungan utang yang telah jatuh tempo.

Ibu yang hilang itu bernama Nita (31), warga Dusun Paldoyong, Desa Sambigede, Kecamatan Binangun. Dia dilaporkan menghilang di sekitar Jembatan Krekesan yang merupakan batas antara Desa Sambigede dengan Desa Ngadri. Saat menghilang, Nita diketahui menggendong anaknya yang masih balita.

"Kami menerima laporan hilangnya ibu dan anak itu Jumat (24/4) malam. Semalam langsung kami lakukan pencarian dengan tim gabungan, karena jembatan itu besar dan di bawahnya merupakan aliran Sungai Brantas," kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar Achmad Cholik dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/4/2020).

Menurut keterangan keluarganya, lanjut Cholik, Jumat (24/4) kemarin keluarga Nita menggelar hajatan selamatan selapanan (35 hari) anaknya. Setelah selamatan selesai, Nita izin kepada orang tua dan suaminya untuk ke posyandu di Singkil.

Dia minta tolong kepada keponakannya Winda untuk mengantar, berangkat dari rumah pukul 09.00 WIB. Namun sesampainya di jembatan Krekesan, Wilda dimintai tolong mengambil KMS anaknya karena lupa dibawa.

"Nita minta diturunkan di jembatan itu bersama anaknya. Wilda pulang ke rumah dan mencari KMS, namun tak ada. Akhirnya dia balik menemui Nita. Tapi sesampai di jembatan Krekesan ternyata Nita dan anaknya tidak ada," bebernya.

Wilda pun kembali pulang dan memberitahukan keluarga mereka jika Nita dan bayinya tidak ada. Ditunggu sampai malam tidak pulang, akhirnya suami dan masyarakat sekitar rumah mencari Nita dari pukul 22.00 WIB dengan menyisiri sungai Jembatan Krekesan.

"Sampai saat ini, keberadaan ibu dan balitanya belum kami ketahui. Upaya pencarian juga kami lakukan dengan mencari informasi ke desa di sekitarnya," kata Cholik.

Keterangan dari keluarganya, Nita diduga menghilang karena utang ke PKK sebesar Rp 2,5 juta. Dan saat ini, uang tersebut harus lunas dan terkumpul pada bulan Mei. Kemungkinan, Nita bingung untuk melunasinya.

"Informasi yang kami terima seperti itu. Diduga ada utang, bingung belum melunasinya. Semoga ibu dan balitanya segera ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat semua," pungkasnya.

Tidak ada komentar