Seorang pengendara sepeda motor asal Karanganyar tewas di Jalan AR Hakim, Tegalharjo, Jebres, Solo, pagi tadi. Jenazah pria bernama Suparjo (51) itu dievakuasi oleh petugas dengan alat pelindung diri (APD).
Dilaporkan pria asal Tegalgede, Karanganyar tersebut sempat turun dari sepeda motornya lalu tergeletak di Jl AR Hakim, Tegalharjo, sekitar pukul 10.00 WIB. Warga di sekitar lokasi tak berani mendekat dan hanya menyaksikan dari jauh.

Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan mendapatkan laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut. Petugas kepolisian datang dan meminta warga saling menjaga jarak.

"Kita cek di lapangan, benar ada pria tergeletak di jalan. Kondisinya meninggal dunia," kata Juliana saat dihubungi detikcom.

Pihaknya kemudian meminta bantuan tim medis untuk mengevakuasi jenazah. Sementara penggunaan APD dilakukan sebagai prosedur di saat wabah penyakit virus Corona (COVID-19).

"Memang belum diketahui apakah ada kaitannya dengan COVID-19 atau tidak. Kami hanya antisipasi saja, sesuai prosedur menggunakan APD," ujar dia.

Jenazah kemudian dibawa ke ruang mayat RSUD dr Moewardi untuk diperiksa. Diduga pria tersebut meninggal karena serangan jantung.

"Dugaan awalnya penyakit jantung. Kita langsung mencari keluarga untuk dimintai keterangan," tutupnya.

seorang pemotor tewas di Jalan Solo. warga tak berani mendekat

Seorang pengendara sepeda motor asal Karanganyar tewas di Jalan AR Hakim, Tegalharjo, Jebres, Solo, pagi tadi. Jenazah pria bernama Suparjo (51) itu dievakuasi oleh petugas dengan alat pelindung diri (APD).
Dilaporkan pria asal Tegalgede, Karanganyar tersebut sempat turun dari sepeda motornya lalu tergeletak di Jl AR Hakim, Tegalharjo, sekitar pukul 10.00 WIB. Warga di sekitar lokasi tak berani mendekat dan hanya menyaksikan dari jauh.

Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan mendapatkan laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut. Petugas kepolisian datang dan meminta warga saling menjaga jarak.

"Kita cek di lapangan, benar ada pria tergeletak di jalan. Kondisinya meninggal dunia," kata Juliana saat dihubungi detikcom.

Pihaknya kemudian meminta bantuan tim medis untuk mengevakuasi jenazah. Sementara penggunaan APD dilakukan sebagai prosedur di saat wabah penyakit virus Corona (COVID-19).

"Memang belum diketahui apakah ada kaitannya dengan COVID-19 atau tidak. Kami hanya antisipasi saja, sesuai prosedur menggunakan APD," ujar dia.

Jenazah kemudian dibawa ke ruang mayat RSUD dr Moewardi untuk diperiksa. Diduga pria tersebut meninggal karena serangan jantung.

"Dugaan awalnya penyakit jantung. Kita langsung mencari keluarga untuk dimintai keterangan," tutupnya.

Tidak ada komentar