PACITAN JATIM - Jumlah PDP di Pacitan kembali bertambah 1, menjadi total 10 orang. Pasien terakhir meninggal saat menjalani perawatan di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat (24/4/2020) pagi.

"Sekitar pukul 06.00 WIB meninggal di Yogyakarta dan akan dimakamkan di Pacitan. Almarhum terdiagnosa mengidap cirosis hepatitis C dan B," terang Rahmad Dwiyanto, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan.

Sebelumnya, lanjut Rahmad, pria berusia 66 tahun tersebut telah menjalani rapid test namun hasilnya negatif.

Hal itu juga ditindaklanjuti dengan swab test tahap pertama. Namun sebelum hasilnya keluar, pasien lebih dulu wafat.

Hingga pukul 10.00 WIB, jenazah masih dalam perjalanan menuju Pacitan. Menurut Rahmad, meski hasil swab test belum diketahui, namun sesuai prosedur proses pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai protokol Corona.

Tidak itu saja, prosesi pemakaman juga akan mengacu protokol kesehatan. Masyarakat pun diimbau tidak resah. Sebab, tata cara pemakaman semacam itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan penularan COVID-19.

"Diharapkan masyarakat Pacitan tidak perlu resah terhadap pemakaman. Ini semua dilakukan dalam rangka antisipasi penularan," pesannya.

Di sisi lain, Rahmad mengharapkan partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan penularan COVID-19 di Kota 1001 Gua. Salah satunya dengan tetap beraktivitas di rumah. Kalaupun terpaksa keluar, wajib bermasker.

"Stay at home atau tidak keluar rumah bila tidak penting dan wajib mengenakan masker ketika keluar rumah dan berinteraksi sosial," tandas Rahmad.

Satu PDP Virus Corona Di Pacitan Meninggal

PACITAN JATIM - Jumlah PDP di Pacitan kembali bertambah 1, menjadi total 10 orang. Pasien terakhir meninggal saat menjalani perawatan di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat (24/4/2020) pagi.

"Sekitar pukul 06.00 WIB meninggal di Yogyakarta dan akan dimakamkan di Pacitan. Almarhum terdiagnosa mengidap cirosis hepatitis C dan B," terang Rahmad Dwiyanto, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pacitan.

Sebelumnya, lanjut Rahmad, pria berusia 66 tahun tersebut telah menjalani rapid test namun hasilnya negatif.

Hal itu juga ditindaklanjuti dengan swab test tahap pertama. Namun sebelum hasilnya keluar, pasien lebih dulu wafat.

Hingga pukul 10.00 WIB, jenazah masih dalam perjalanan menuju Pacitan. Menurut Rahmad, meski hasil swab test belum diketahui, namun sesuai prosedur proses pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai protokol Corona.

Tidak itu saja, prosesi pemakaman juga akan mengacu protokol kesehatan. Masyarakat pun diimbau tidak resah. Sebab, tata cara pemakaman semacam itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan penularan COVID-19.

"Diharapkan masyarakat Pacitan tidak perlu resah terhadap pemakaman. Ini semua dilakukan dalam rangka antisipasi penularan," pesannya.

Di sisi lain, Rahmad mengharapkan partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan penularan COVID-19 di Kota 1001 Gua. Salah satunya dengan tetap beraktivitas di rumah. Kalaupun terpaksa keluar, wajib bermasker.

"Stay at home atau tidak keluar rumah bila tidak penting dan wajib mengenakan masker ketika keluar rumah dan berinteraksi sosial," tandas Rahmad.

2 komentar:

  1. Smga kluarga yg di tingalkan sllu iklas dn tabah. Ttp smgt para perawat dn dokter.
    Salam kemanusiaan.

    BalasHapus
  2. Semoga musibah covid 19 cepat berlalu dan hilang,sehingga tidak membuat takut dan was was

    BalasHapus