BLITAR JATIM - Petugas berpakaian APD mengevakuasi pria yang meninggal saat olahraga di Alun-Alun Kota Blitar. Meski keterangan sang istri jika suaminya penderita asma akut, namun evakuasi tetap menggunakan protap COVID-19.

Kapolsek Kepanjenkidul, Kompol Agus Fauzi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saat tiba di lokasi, korban sudah didampingi istrinya dan tukang sapu alun-alun yang menemukan korban terjatuh.

"Tukang sapu yang melihat pertama kali. Korban berjalan kaki mengelilingi alun-alun. Ketika akan duduk mungkin mau istirahat, tiba-tiba saksi melihat korban terjatuh lalu didekati. Ternyata orang dekat sini," kata kapolsek saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/4/2020).

Jatuhnya korban juga banyak yang melihat di lokasi. Namun saat pandemi Corona seperti sekarang ini, tak satupun yang berani mendekat apalagi melakukan pertolongan pertama. Mereka hanya melihat dari kejauhan.

"Hanya tukang sapu ini yang mendekat. Tapi saat melihat ada darah bercampur air liur yang keluar dari mulut korban, saksi tidak berani menolong. Lalu lari memberitahu istri korban di rumahnya," ungkapnya.

Selain memberitahu istrinya, warga lain melaporkan kejadian ini ke Polsek Kepanjenkidul. Polisi yang datang langsung memasang police line dan melakukan pemeriksaan.

Agus menambahkan, sesuai protap penanganan dalam kondisi pandemi Corona, semua petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap korban wajib memakai APD lengkap. Begitu-pun ketika petugas kepolisian memeriksa kondisi korban.

"Korban diperiksa dalam kondisi sudah meninggal dunia. Atas nama Antunius Sunaryo, usia 65, pensiunan PLN. Warga Jalan Anjasmoro no.98 Kelurahan Kauman," imbuhnya.

Sementara keterangan dari istrinya, korban punya kebiasaan olah raga jalan kaki setiap pagi. Namun korban juga menderita sakit asma yang sudah akut. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Meninggal Saat Olahraga, Pria Di Blitar Dievakuasi Dengan Protap Covid-19

BLITAR JATIM - Petugas berpakaian APD mengevakuasi pria yang meninggal saat olahraga di Alun-Alun Kota Blitar. Meski keterangan sang istri jika suaminya penderita asma akut, namun evakuasi tetap menggunakan protap COVID-19.

Kapolsek Kepanjenkidul, Kompol Agus Fauzi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saat tiba di lokasi, korban sudah didampingi istrinya dan tukang sapu alun-alun yang menemukan korban terjatuh.

"Tukang sapu yang melihat pertama kali. Korban berjalan kaki mengelilingi alun-alun. Ketika akan duduk mungkin mau istirahat, tiba-tiba saksi melihat korban terjatuh lalu didekati. Ternyata orang dekat sini," kata kapolsek saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/4/2020).

Jatuhnya korban juga banyak yang melihat di lokasi. Namun saat pandemi Corona seperti sekarang ini, tak satupun yang berani mendekat apalagi melakukan pertolongan pertama. Mereka hanya melihat dari kejauhan.

"Hanya tukang sapu ini yang mendekat. Tapi saat melihat ada darah bercampur air liur yang keluar dari mulut korban, saksi tidak berani menolong. Lalu lari memberitahu istri korban di rumahnya," ungkapnya.

Selain memberitahu istrinya, warga lain melaporkan kejadian ini ke Polsek Kepanjenkidul. Polisi yang datang langsung memasang police line dan melakukan pemeriksaan.

Agus menambahkan, sesuai protap penanganan dalam kondisi pandemi Corona, semua petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap korban wajib memakai APD lengkap. Begitu-pun ketika petugas kepolisian memeriksa kondisi korban.

"Korban diperiksa dalam kondisi sudah meninggal dunia. Atas nama Antunius Sunaryo, usia 65, pensiunan PLN. Warga Jalan Anjasmoro no.98 Kelurahan Kauman," imbuhnya.

Sementara keterangan dari istrinya, korban punya kebiasaan olah raga jalan kaki setiap pagi. Namun korban juga menderita sakit asma yang sudah akut. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.