loading...
PONOROGO JATIM - Seorang laki-laki bernama Maryono (55), warga Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Senin (20/4/2020) malam.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan penyebab pria yang hidup sebatang kara itu tewas bersimbah darah.

"Masih kami lakukan penyelidikan apakah pembunuhan atau tidak. Kami kemarin malam melakukan olah TKP sampai dini hari tadi," kata Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno, Selasa (21/4/2020).

Ia menjelaskan, korban ditemukan tewas setelah tetangga sekitar curiga karena rumahnya Maryono hingga pukul 20.00 Wib lampunya belum menyala.

"Beberapa warga yang curiga kemudian melihat melalui jendela dan menemukan korban selonjor di lantai," jelas mantan Kapolsek Ngrayun itu.

Warga kemudian memangil korban namun tidak ada jawaban. Karena merasa janggal, warga kemudian menghubungi anak korban yang kemudian datang dan bersama-sama masuk ke rumah.

"Korban ditemukan dalam keadaan tengkurap bersimbah darah di lantai," jelasnya.

Saat kedua anaknya berusaha mengangkat korban, mereka melihat ada luka memar di pelipis atas sebelah kanan bapaknya.

"Merasa ada yang janggal, kedua anak korban kemudian melapor ke Mapolsek Sambit. Kami yang datang melakukan olah TKP," ujar dia sambil menyebut jika korban telah dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono.

Untuk barang bukti di lokasi, polisi menemukan handphone korban dan tas berisi sejumlah uang. Polisi sendiri menunggu tim forensik Polri cabang RS Bhayangkara Kediri yang akan datang ke lokasi.

"Kami harus memastikan apakah itu pembunuhan atau bagaimana. Makanya kami undang tim forensik juga," tandasnya.

Seorang Pria Di Ponorogo Tewas Berlumuran Darah

PONOROGO JATIM - Seorang laki-laki bernama Maryono (55), warga Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Senin (20/4/2020) malam.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan penyebab pria yang hidup sebatang kara itu tewas bersimbah darah.

"Masih kami lakukan penyelidikan apakah pembunuhan atau tidak. Kami kemarin malam melakukan olah TKP sampai dini hari tadi," kata Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno, Selasa (21/4/2020).

Ia menjelaskan, korban ditemukan tewas setelah tetangga sekitar curiga karena rumahnya Maryono hingga pukul 20.00 Wib lampunya belum menyala.

"Beberapa warga yang curiga kemudian melihat melalui jendela dan menemukan korban selonjor di lantai," jelas mantan Kapolsek Ngrayun itu.

Warga kemudian memangil korban namun tidak ada jawaban. Karena merasa janggal, warga kemudian menghubungi anak korban yang kemudian datang dan bersama-sama masuk ke rumah.

"Korban ditemukan dalam keadaan tengkurap bersimbah darah di lantai," jelasnya.

Saat kedua anaknya berusaha mengangkat korban, mereka melihat ada luka memar di pelipis atas sebelah kanan bapaknya.

"Merasa ada yang janggal, kedua anak korban kemudian melapor ke Mapolsek Sambit. Kami yang datang melakukan olah TKP," ujar dia sambil menyebut jika korban telah dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono.

Untuk barang bukti di lokasi, polisi menemukan handphone korban dan tas berisi sejumlah uang. Polisi sendiri menunggu tim forensik Polri cabang RS Bhayangkara Kediri yang akan datang ke lokasi.

"Kami harus memastikan apakah itu pembunuhan atau bagaimana. Makanya kami undang tim forensik juga," tandasnya.
loading...