NGANJUK JATIM - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Nganjuk meninggal dunia di RSUD Nganjuk. Pasien warga salah satu Desa di Kecamatan Rejoso itu sesuai KTP berprofesi sebagai nelayan di Lamongan.

"Betul itu berstatus PDP meninggal di RSUD Nganjuk kemarin siang. KTP-nya lahir di Lamongan tapi alamat Nganjuk. Informasinya pekerjaannya begitu (nelayan). Tapi saat ini kita masih mencari info apa yang bersangkutan tinggal di Lamongan apa di Nganjuk," ujar Camat Rejoso Puguh Harnoto saat dihubungi Rabu (22/4/2020).

PDP yang meninggal tersebut, kata Puguh, telah dimakamkan sesuai protap COVID-19 pada Selasa (21/4) sore di pemakaman Nganjuk, desa tempat tinggal istrinya. Warga tersebut dimakamkan dengan protab COVID-19 karena berstatus PDP dan memiliki gejala batuk dan panas.

"Dokumen foto pemakaman menang sesuai protab COVID-19. Ada gejala batuk dan panas," katanya.

Puguh menambahkan atas meninggalnya PDP tersebut tim medis telah melakukan tracing dan melakukan isolasi mandiri terhadap keluarga. "Tapi sudah kita tracing dan keluarga isolasi mandiri. Menang ada gejala batuk dan panas mudah mudahan negatif," tandasnya.

Sementara itu Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19 Nganjuk dr Hendriyanto, saat konfirmasi membenarkan ada pasien PDP meninggal dunia Selasa (22/4). PDP tersebut berjenis kelamin pria usia 60 tahun dan ada penyakit penyerta sakit pernafasan.

"PDP yang meninggal ini laki, 60 tahun ada gejala batuk dan sesak pernafasan dan radang paru-paru. Meninggal saat tiga hari perawatan di RSUD Nganjuk," ujar Hendriyanto.

Dari Data yang dihimpun, dengan bertambahnya PDP nelayan asal Lamongan tersebut kini total PDP yang meninggal dunia di Nganjuk sudah 6 orang. Sebelumnya PDP meninggal dunia seorang anak berusia 11 tahun Senin (20/4). Dia Yakni warga Kecamatan Loceret dengan gejala batuk, panas, dan sesak nafas dan baru dirawat semalam di RSUD Nganjuk.

Satu PDP Corona Asal Lamongan Meninggal di Nganjuk

NGANJUK JATIM - Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Nganjuk meninggal dunia di RSUD Nganjuk. Pasien warga salah satu Desa di Kecamatan Rejoso itu sesuai KTP berprofesi sebagai nelayan di Lamongan.

"Betul itu berstatus PDP meninggal di RSUD Nganjuk kemarin siang. KTP-nya lahir di Lamongan tapi alamat Nganjuk. Informasinya pekerjaannya begitu (nelayan). Tapi saat ini kita masih mencari info apa yang bersangkutan tinggal di Lamongan apa di Nganjuk," ujar Camat Rejoso Puguh Harnoto saat dihubungi Rabu (22/4/2020).

PDP yang meninggal tersebut, kata Puguh, telah dimakamkan sesuai protap COVID-19 pada Selasa (21/4) sore di pemakaman Nganjuk, desa tempat tinggal istrinya. Warga tersebut dimakamkan dengan protab COVID-19 karena berstatus PDP dan memiliki gejala batuk dan panas.

"Dokumen foto pemakaman menang sesuai protab COVID-19. Ada gejala batuk dan panas," katanya.

Puguh menambahkan atas meninggalnya PDP tersebut tim medis telah melakukan tracing dan melakukan isolasi mandiri terhadap keluarga. "Tapi sudah kita tracing dan keluarga isolasi mandiri. Menang ada gejala batuk dan panas mudah mudahan negatif," tandasnya.

Sementara itu Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19 Nganjuk dr Hendriyanto, saat konfirmasi membenarkan ada pasien PDP meninggal dunia Selasa (22/4). PDP tersebut berjenis kelamin pria usia 60 tahun dan ada penyakit penyerta sakit pernafasan.

"PDP yang meninggal ini laki, 60 tahun ada gejala batuk dan sesak pernafasan dan radang paru-paru. Meninggal saat tiga hari perawatan di RSUD Nganjuk," ujar Hendriyanto.

Dari Data yang dihimpun, dengan bertambahnya PDP nelayan asal Lamongan tersebut kini total PDP yang meninggal dunia di Nganjuk sudah 6 orang. Sebelumnya PDP meninggal dunia seorang anak berusia 11 tahun Senin (20/4). Dia Yakni warga Kecamatan Loceret dengan gejala batuk, panas, dan sesak nafas dan baru dirawat semalam di RSUD Nganjuk.

Tidak ada komentar