MOJOKERTO JATIM - Pasutri asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, positif Corona. Hal ini membuat 25 tetangga dan keluarga mereka diminta menjalani rapid test. Hasilnya, salah seorang tetangga pasutri tersebut ditetapkan PDP setelah rapid test menunjukkan hasil reaktif.

Pasutri yang dinyatakan positif COVID-19 adalah pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun. Pasangan ini mempunyai riwayat pulang dari Jakarta pada Sabtu (18/4). Seperti diketahui, Jakarta merupakan zona merah Corona.

Keduanya positif Corona berdasarkan hasil tes swab yang keluar pada Jumat (24/4). Hari itu juga pasangan tersebut dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, untuk diisolasi.

Tim tracing menemukan 12 orang yang berkontak erat dengan pasutri tersebut. Mereka adalah 2 anak, 3 keponakan, serta 7 tetangganya. Keesokan harinya, Sabtu (25/4), 25 orang menjalani rapid test, yakni 12 orang kontak erat dan 13 tetangga pasutri yang khawatir tertular sehingga minta menjalani rapid test.

"Hasil rapid test hanya satu yang reaktif, yaitu perempuan 36 tahun tetangga pasutri yang positif Corona. Keluarga pasutri itu negatif karena memang tidak terjadi transmisi virus walaupun tinggal serumah, mungkin kontak yang terjadi tidak menimbulkan perpindahan virus," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/4/2020).

Selain rapid test reaktif, lanjut dr Langit, perempuan 36 tahun itu mengalami gejala klinis berupa batuk dan demam, sehingga dia diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar sejak Selasa (28/4). Menurut dia, pasien ini telah menjalani tes swab pada Rabu (29/4).

"Perempuan 36 tahun itu kami tetapkan menjadi PDP, hasil tes swab-nya belum keluar," terangnya.

Sementara itu, pasutri positif Corona sampai saat ini masih diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar. Pasangan ini masih menunggu hasil tes swab kedua untuk memastikan mereka sudah sembuh atau belum.

Pasien positif Corona di Kabupaten Mojokerto kini berjumlah 6 orang. Mereka terdiri atas pasutri asal Kecamatan Jetis, perempuan 45 tahun yang berprofesi sebagai dokter di Puskemas Ngoro, perempuan 39 tahun yang menjadi perawat di RSUD Prof Dr Soekandar, ibu rumah tangga 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi yang tinggal di Sidoarjo, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko.

Pasutri di Mojokerto Positif, Kerabat dan Tetangga Ikut Was-was

MOJOKERTO JATIM - Pasutri asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, positif Corona. Hal ini membuat 25 tetangga dan keluarga mereka diminta menjalani rapid test. Hasilnya, salah seorang tetangga pasutri tersebut ditetapkan PDP setelah rapid test menunjukkan hasil reaktif.

Pasutri yang dinyatakan positif COVID-19 adalah pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun. Pasangan ini mempunyai riwayat pulang dari Jakarta pada Sabtu (18/4). Seperti diketahui, Jakarta merupakan zona merah Corona.

Keduanya positif Corona berdasarkan hasil tes swab yang keluar pada Jumat (24/4). Hari itu juga pasangan tersebut dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, untuk diisolasi.

Tim tracing menemukan 12 orang yang berkontak erat dengan pasutri tersebut. Mereka adalah 2 anak, 3 keponakan, serta 7 tetangganya. Keesokan harinya, Sabtu (25/4), 25 orang menjalani rapid test, yakni 12 orang kontak erat dan 13 tetangga pasutri yang khawatir tertular sehingga minta menjalani rapid test.

"Hasil rapid test hanya satu yang reaktif, yaitu perempuan 36 tahun tetangga pasutri yang positif Corona. Keluarga pasutri itu negatif karena memang tidak terjadi transmisi virus walaupun tinggal serumah, mungkin kontak yang terjadi tidak menimbulkan perpindahan virus," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/4/2020).

Selain rapid test reaktif, lanjut dr Langit, perempuan 36 tahun itu mengalami gejala klinis berupa batuk dan demam, sehingga dia diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar sejak Selasa (28/4). Menurut dia, pasien ini telah menjalani tes swab pada Rabu (29/4).

"Perempuan 36 tahun itu kami tetapkan menjadi PDP, hasil tes swab-nya belum keluar," terangnya.

Sementara itu, pasutri positif Corona sampai saat ini masih diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar. Pasangan ini masih menunggu hasil tes swab kedua untuk memastikan mereka sudah sembuh atau belum.

Pasien positif Corona di Kabupaten Mojokerto kini berjumlah 6 orang. Mereka terdiri atas pasutri asal Kecamatan Jetis, perempuan 45 tahun yang berprofesi sebagai dokter di Puskemas Ngoro, perempuan 39 tahun yang menjadi perawat di RSUD Prof Dr Soekandar, ibu rumah tangga 36 tahun asal Kecamatan Kemlagi yang tinggal di Sidoarjo, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko.

Tidak ada komentar