KEDIRI JATIM- DR Joni Wahyuhadi Sp. BS - Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim menegaskan tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur per hari ini, Kamis 2 April 2020.  Tetapi jumlah ODP dan PDP masih mengalami kenaikan.
 

Saat dikonfirmasi, JONI WAHYUHADI meminta seluruh masyarakat dapat mengikuti himbauan pemerintah setempat untuk menerapkan Physical Distancing, menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah untuk hal darurat. Selain itu juga selalu cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir.
 
JONI berharap, tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 itu pertanda baik. Ini adalah suatu tanda bahwa sudah muncul herd immunity atau kekebalan suatu kelompok masyarakat untuk melawan virus dalam tubuh mereka. Dia menyayangkan, masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap himbauan pemerintah. Apalagi soal menjaga jarak dan pemakaian masker ketika ada di keramaian. Padahal penularan Covid-19 bisa melalui droplet atau percikan air liur orang positif terinfeksi virus ini.
 
Selain itu, Pemrov Jatim akan memberikan perhatian khusus untuk BMI (Buruh Migran Indonesia) yang datang ke Jawa Timur. Protokol kesehatan pun telah disiapkan untuk kedatangan WNI dari berbagai negara termasuk, Malaysia. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan Pemrov Jatim.

Update Corona Di Jatim: Pasien Positif Corona Tak Bertambah

KEDIRI JATIM- DR Joni Wahyuhadi Sp. BS - Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim menegaskan tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur per hari ini, Kamis 2 April 2020.  Tetapi jumlah ODP dan PDP masih mengalami kenaikan.
 

Saat dikonfirmasi, JONI WAHYUHADI meminta seluruh masyarakat dapat mengikuti himbauan pemerintah setempat untuk menerapkan Physical Distancing, menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah untuk hal darurat. Selain itu juga selalu cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir.
 
JONI berharap, tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 itu pertanda baik. Ini adalah suatu tanda bahwa sudah muncul herd immunity atau kekebalan suatu kelompok masyarakat untuk melawan virus dalam tubuh mereka. Dia menyayangkan, masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap himbauan pemerintah. Apalagi soal menjaga jarak dan pemakaian masker ketika ada di keramaian. Padahal penularan Covid-19 bisa melalui droplet atau percikan air liur orang positif terinfeksi virus ini.
 
Selain itu, Pemrov Jatim akan memberikan perhatian khusus untuk BMI (Buruh Migran Indonesia) yang datang ke Jawa Timur. Protokol kesehatan pun telah disiapkan untuk kedatangan WNI dari berbagai negara termasuk, Malaysia. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan Pemrov Jatim.