SUKOHARJO JATENG - Kabupaten Sukoharjo mencatatkan penambahan kasus virus Corona (COVID-19) yang cukup melonjak. Dalam sehari ada tambahan 7 kasus positif Corona sehingga total menjadi 17 kasus.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan tujuh kasus di antaranya merupakan hasil tes lama yang baru keluar. Kemudian sebagian adalah kasus baru.

Rinciannya, 2 orang berasal dari Kecamatan Nguter. Salah satunya merupakan hasil pelacakan dari pemudik Nguter yang sudah dinyatakan positif sebelumnya.

"Satu adalah istri dari kasus sebelumnya. Satu lagi kasus baru, punya riwayat bepergian dari luar wilayah," kata Yunia kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Kemudian 2 kasus dari Grogol, salah satunya merupakan istri dari pengusaha yang terpapar Corona. Satu lainnya merupakan kasus baru.

"Di Grogol, satu adalah istri pasien positif yang pertama meninggal karena COVID-19. Sudah lama di-swab tapi hasilnya baru keluar. Kondisinya sehat," ujar Yunia.

Tiga kasus lainnya tersebar di Kecamatan Baki, Kecamatan Kartasura, Kecamatan Mojolaban. Di Baki dan Mojolaban merupakan kasus baru.

"Tambahan di Kartasura itu kontak erat dari kasus Karanganyar," ujar Yunia.

Dengan demikian, total ada 17 kasus. Rinciannya 8 orang rawat inap, 6 orang isolasi mandiri, 1 orang sembuh, 2 orang meninggal dunia.

Dari data tersebut, 1 orang dinyatakan sembuh kemarin yakni dari Kartasura. Kemudian hari ini ada tambahan 1 orang meninggal dunia yakni berasal dari Baki.

Pasien Positif Corona Di Sukoharjo Bertambah 7, Total 17 Orang Positif

SUKOHARJO JATENG - Kabupaten Sukoharjo mencatatkan penambahan kasus virus Corona (COVID-19) yang cukup melonjak. Dalam sehari ada tambahan 7 kasus positif Corona sehingga total menjadi 17 kasus.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan tujuh kasus di antaranya merupakan hasil tes lama yang baru keluar. Kemudian sebagian adalah kasus baru.

Rinciannya, 2 orang berasal dari Kecamatan Nguter. Salah satunya merupakan hasil pelacakan dari pemudik Nguter yang sudah dinyatakan positif sebelumnya.

"Satu adalah istri dari kasus sebelumnya. Satu lagi kasus baru, punya riwayat bepergian dari luar wilayah," kata Yunia kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Kemudian 2 kasus dari Grogol, salah satunya merupakan istri dari pengusaha yang terpapar Corona. Satu lainnya merupakan kasus baru.

"Di Grogol, satu adalah istri pasien positif yang pertama meninggal karena COVID-19. Sudah lama di-swab tapi hasilnya baru keluar. Kondisinya sehat," ujar Yunia.

Tiga kasus lainnya tersebar di Kecamatan Baki, Kecamatan Kartasura, Kecamatan Mojolaban. Di Baki dan Mojolaban merupakan kasus baru.

"Tambahan di Kartasura itu kontak erat dari kasus Karanganyar," ujar Yunia.

Dengan demikian, total ada 17 kasus. Rinciannya 8 orang rawat inap, 6 orang isolasi mandiri, 1 orang sembuh, 2 orang meninggal dunia.

Dari data tersebut, 1 orang dinyatakan sembuh kemarin yakni dari Kartasura. Kemudian hari ini ada tambahan 1 orang meninggal dunia yakni berasal dari Baki.

Tidak ada komentar