PASURUAN JATIM - Sosok mayat perempuan ditemukan tersangkut akar pohon bambu di sebuah sungai di Kabupaten Pasuruan. Warga mengevakuasi mayat dengan memakai jas hujan karena khawatir virus Corona.

Mayat perempuan diketahui bernama Musiama (60), warga Desa Kalipang, Kecamatan Grati, ditemukan di sungai desa setempat. Mayat pertama kali ditemukan Syahroni (45) saat menanam singkong.

Awalnya Syahroni mencium bau tidak sedap di sekitar ladangnya. Karena merasa ada yang janggal, ia mengajak warga lain untuk mencari sumber bau.

Setelah beberapa saat menelisik, warga menemukan mayat di sungai tersangkut pada akar pohon bambu. Temuan itu kemudian dilaporkan ke kepala desa dan diteruskan ke polsek.

"Sudah seminggu ini saya mencium bau tidak sedap. Tadi siang saya memutuskan untuk mencari tahu. Ternyata ada mayat," kata Syahroni memberikan keterangan pada polisi, Rabu (22/4/2020).

Mayat tersebut kemudian dievakuasi warga desa dan relawan COVID-19 desa setempat. Warga dan relawan melengkapi diri dengan jas hujan mengantisipasi kemungkinan mayat meninggal karena virus Corona.

Kapolsek Grati AKP Suyitno mengatakan berdasarkan informasi dari keluarga, Musiama meninggalkan rumah sejak Senin (13/4/2020). Menurut keluarga, ia menderita pikun.

"Saat meninggalkan rumah, keluarga sudah mencari ke nama-nama namun nihil. Akhirnya pada Jumat (17/4), keluarga melaporkan ke polsek," kata Suyitno.

Musiama ternyata meninggal dan mayatnya ditemukan 8 hari setelah hilang. "Mayat dievakuasi ke rumah sakit untuk divisum," pungkas Suyitno.

Mayat Perempuan Tersangkut Di Sungai Gemparkan Warga Pasuruan

PASURUAN JATIM - Sosok mayat perempuan ditemukan tersangkut akar pohon bambu di sebuah sungai di Kabupaten Pasuruan. Warga mengevakuasi mayat dengan memakai jas hujan karena khawatir virus Corona.

Mayat perempuan diketahui bernama Musiama (60), warga Desa Kalipang, Kecamatan Grati, ditemukan di sungai desa setempat. Mayat pertama kali ditemukan Syahroni (45) saat menanam singkong.

Awalnya Syahroni mencium bau tidak sedap di sekitar ladangnya. Karena merasa ada yang janggal, ia mengajak warga lain untuk mencari sumber bau.

Setelah beberapa saat menelisik, warga menemukan mayat di sungai tersangkut pada akar pohon bambu. Temuan itu kemudian dilaporkan ke kepala desa dan diteruskan ke polsek.

"Sudah seminggu ini saya mencium bau tidak sedap. Tadi siang saya memutuskan untuk mencari tahu. Ternyata ada mayat," kata Syahroni memberikan keterangan pada polisi, Rabu (22/4/2020).

Mayat tersebut kemudian dievakuasi warga desa dan relawan COVID-19 desa setempat. Warga dan relawan melengkapi diri dengan jas hujan mengantisipasi kemungkinan mayat meninggal karena virus Corona.

Kapolsek Grati AKP Suyitno mengatakan berdasarkan informasi dari keluarga, Musiama meninggalkan rumah sejak Senin (13/4/2020). Menurut keluarga, ia menderita pikun.

"Saat meninggalkan rumah, keluarga sudah mencari ke nama-nama namun nihil. Akhirnya pada Jumat (17/4), keluarga melaporkan ke polsek," kata Suyitno.

Musiama ternyata meninggal dan mayatnya ditemukan 8 hari setelah hilang. "Mayat dievakuasi ke rumah sakit untuk divisum," pungkas Suyitno.