NGANJUK JATIM - RSUD Nganjuk terpaksa mengambil jenazah yang sudah diserahkan ke rumah duka di Kecamatan Patianrowo. Warga menolak karena jenazah tak dilakukan pemulasaraan sesuai Protab COVID-19.

Warga sendiri menolak jenazah tersebut dan tidak mau menyentuh karena khawatir terjangkit COVID-19. Warga akhirnya melapor ke RSUD Nganjuk.

"Warga tidak ada yang nenyentuh jenazah (khawatir dengan COVID-19)," terang Camat Patianrowo Darmono saat dihubungi wartawan, Rabu (22/4/2020).

Darmono mengatakan jenazah yang diambil oleh RSUD Nganjuk tersebut tiba pukul 04.00 WIB. Jenazah dikirim oleh salah satu RS di Ponorogo. Jenazah tersebut, kata Darmono, ternyata belum dilakukan pemulasaran sesuai protap COVID-19 oleh RS Ponorogo.

'Meninggalnya di Ponorogo dan dibawa rumah duka Nganjuk saat subuh. Ambulans yang antar tidak bawa keterangan apa apa. Harusnya bawa (keterangan sakit pasien). Kita akhirnya laporan ke Dinas Kesehatan, puskesmas dan akhirnya di minta untuk protokol COVID-19 dan dibawa ke RSUD Nganjuk," kata Darmono.

Darmono menambahkan jenazah yang diketahui seorang pria 55 tahun itu kembali diangkut menggunakan ambulans RSUD Nganjuk sekitar pukul 06.00 WIB. Oleh RSUD Nganjuk jenazah dilakukan pemulasaraan sesuai protap COVID-19 termasuk pemakamannya.

"Ndak ada yang mendekat karena khawatir (COVID-19). RSUD Nganjuk akhirnya melakukan pemulasaran dan pemakaman sesuai protap COVID-19. Pukul 10.00 WIB sudah selesai dimakamkan," papar Darmono.

Darmono menjelaskan warga yang meninggal tersebut tinggal di Surabaya namun ber-KTP Nganjuk. Dia memiliki mobilitas tinggi keluar masuk nganjuk karena berprofesi sebagai sales alat pertanian. Darmono tidak menyalahkan warga yang menolak jenazah dan memaklumi untuk pencegahan dini penyebaran Corona.

"Tidak ada yang nyentuh dan yang dampingi dari Ponorogo kakaknya asal Surabaya. Karena tinggal di Surabaya KTP Patianrowo. Kerja dengan kakaknya nyales alat pertanian dan bangunan. Meninggal dunia waktu keliling di Ponorogo," tandasnya.

Sementara itu Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19 Nganjuk dr Hendriyanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya saat jenazah tiba di rumah duka tidak ada protab COVID-19 dalam pemulasaraan dari RS di Ponorogo.

"Info dari RSUD Nganjuk tadi, semua sudah standar COVID-19 dan dilakukan pemulasaran jenazah. Dari RSUD Nganjuk langsung ke pemakaman," tandasnya.

Sementara itu Kepala desa tempat domisili dalam KTP jenazah menyebut bahwa yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit hipertensi. "Infonya darah tinggi kambuh dan meninggal dunia di Ponorogo," ujar sang Kades.

Khawatir Corona, Jenazah Pria Di Nganjuk Ditolak Warga

NGANJUK JATIM - RSUD Nganjuk terpaksa mengambil jenazah yang sudah diserahkan ke rumah duka di Kecamatan Patianrowo. Warga menolak karena jenazah tak dilakukan pemulasaraan sesuai Protab COVID-19.

Warga sendiri menolak jenazah tersebut dan tidak mau menyentuh karena khawatir terjangkit COVID-19. Warga akhirnya melapor ke RSUD Nganjuk.

"Warga tidak ada yang nenyentuh jenazah (khawatir dengan COVID-19)," terang Camat Patianrowo Darmono saat dihubungi wartawan, Rabu (22/4/2020).

Darmono mengatakan jenazah yang diambil oleh RSUD Nganjuk tersebut tiba pukul 04.00 WIB. Jenazah dikirim oleh salah satu RS di Ponorogo. Jenazah tersebut, kata Darmono, ternyata belum dilakukan pemulasaran sesuai protap COVID-19 oleh RS Ponorogo.

'Meninggalnya di Ponorogo dan dibawa rumah duka Nganjuk saat subuh. Ambulans yang antar tidak bawa keterangan apa apa. Harusnya bawa (keterangan sakit pasien). Kita akhirnya laporan ke Dinas Kesehatan, puskesmas dan akhirnya di minta untuk protokol COVID-19 dan dibawa ke RSUD Nganjuk," kata Darmono.

Darmono menambahkan jenazah yang diketahui seorang pria 55 tahun itu kembali diangkut menggunakan ambulans RSUD Nganjuk sekitar pukul 06.00 WIB. Oleh RSUD Nganjuk jenazah dilakukan pemulasaraan sesuai protap COVID-19 termasuk pemakamannya.

"Ndak ada yang mendekat karena khawatir (COVID-19). RSUD Nganjuk akhirnya melakukan pemulasaran dan pemakaman sesuai protap COVID-19. Pukul 10.00 WIB sudah selesai dimakamkan," papar Darmono.

Darmono menjelaskan warga yang meninggal tersebut tinggal di Surabaya namun ber-KTP Nganjuk. Dia memiliki mobilitas tinggi keluar masuk nganjuk karena berprofesi sebagai sales alat pertanian. Darmono tidak menyalahkan warga yang menolak jenazah dan memaklumi untuk pencegahan dini penyebaran Corona.

"Tidak ada yang nyentuh dan yang dampingi dari Ponorogo kakaknya asal Surabaya. Karena tinggal di Surabaya KTP Patianrowo. Kerja dengan kakaknya nyales alat pertanian dan bangunan. Meninggal dunia waktu keliling di Ponorogo," tandasnya.

Sementara itu Jubir Tim Gugus Tugas COVID-19 Nganjuk dr Hendriyanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya saat jenazah tiba di rumah duka tidak ada protab COVID-19 dalam pemulasaraan dari RS di Ponorogo.

"Info dari RSUD Nganjuk tadi, semua sudah standar COVID-19 dan dilakukan pemulasaran jenazah. Dari RSUD Nganjuk langsung ke pemakaman," tandasnya.

Sementara itu Kepala desa tempat domisili dalam KTP jenazah menyebut bahwa yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit hipertensi. "Infonya darah tinggi kambuh dan meninggal dunia di Ponorogo," ujar sang Kades.

Tidak ada komentar