NGAWI JATIM - Hasil rapid test sebelas santri Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan yang pulang ke Ngawi reaktif. Satu di antaranya dipaksa kembali ke Temboro.

Informasi itu disampaikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat dihubungi. "Satu dari 11 santri yang rapid test positif (reaktif) dipaksa oleh orang tuanya kembali ke Temboro lagi," ujar Budi, Senin (27/4/2020).

Bupati Ngawi yang akrab disapa Kanang menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Magetan untuk melacak keberadaan santri tersebut. "Ini sudah saya minta Pak Bupati di sana dan aparat di sana untuk melacak santri reaktif asal Ngawi yang kembali tersebut," imbuhnya.

Namun Kanang tidak tahu persis mengapa santri tersebut diminta kembali ke Temboro oleh orang tuanya. Padahal Ponpes Al Fatah di Temboro merupakan klaster penyebaran Corona.

"Ndak tahu dia (orang tuanya). Jadi ditarik oleh orang tuanya balik ke Temboro (suruh ngaji lagi paling)," terang Kanang sambil tertawa.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas COVID-19 Ngawi telah melakukan rapid test terhadap 209 santri yang pulang dari Ponpes Temboro, Magetan. Hasilnya, ada 11 santri asal Ngawi dinyatakan reaktif.

"Hasil rapid test dari 209 kemarin ada 11 yang positif (reaktif. Mungkin seminggu lagi hasil swab keluar," sambungnya.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto menambahkan, pihaknya turut melakukan pengawalan dalam setiap rapid test para santri. "Kita memang ikut mengawal dalam rapid test yang jemput bola ke rumah para santri asal Temboro," pungkas Dicky.

Hasil Rapid Test Reaktif, Santri Ngawi Disuruh Balik Ke Temboro

NGAWI JATIM - Hasil rapid test sebelas santri Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan yang pulang ke Ngawi reaktif. Satu di antaranya dipaksa kembali ke Temboro.

Informasi itu disampaikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat dihubungi. "Satu dari 11 santri yang rapid test positif (reaktif) dipaksa oleh orang tuanya kembali ke Temboro lagi," ujar Budi, Senin (27/4/2020).

Bupati Ngawi yang akrab disapa Kanang menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Magetan untuk melacak keberadaan santri tersebut. "Ini sudah saya minta Pak Bupati di sana dan aparat di sana untuk melacak santri reaktif asal Ngawi yang kembali tersebut," imbuhnya.

Namun Kanang tidak tahu persis mengapa santri tersebut diminta kembali ke Temboro oleh orang tuanya. Padahal Ponpes Al Fatah di Temboro merupakan klaster penyebaran Corona.

"Ndak tahu dia (orang tuanya). Jadi ditarik oleh orang tuanya balik ke Temboro (suruh ngaji lagi paling)," terang Kanang sambil tertawa.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas COVID-19 Ngawi telah melakukan rapid test terhadap 209 santri yang pulang dari Ponpes Temboro, Magetan. Hasilnya, ada 11 santri asal Ngawi dinyatakan reaktif.

"Hasil rapid test dari 209 kemarin ada 11 yang positif (reaktif. Mungkin seminggu lagi hasil swab keluar," sambungnya.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto menambahkan, pihaknya turut melakukan pengawalan dalam setiap rapid test para santri. "Kita memang ikut mengawal dalam rapid test yang jemput bola ke rumah para santri asal Temboro," pungkas Dicky.

Tidak ada komentar