BLORA JATENG - Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto menyebutkan dua warga Blora yang merupakan santri dari Temboro, Magetan menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. Kedua santri itu saat ini menunggu hasil tes swab.

"Selanjutnya dua hari lalu, ada tambahan dua reaktif rapid test dari Kecamatan Kradenan. Mereka adalah pendatang dari Pondok Temboro Magetan," ujar Lilik, Senin (27/4/2020).

Menurutnya, ada sekitar 100 santri yang mudik dan sebagian sudah menjalani rapid test.

"Dan diperoleh dua positif rapid," ujarnya.

Lilik menambahkan, hingga saat ini ada satu kasus positif virus Corona (COVID-19) di Blora. Satu pasien itu telah meninggal pada 9 April lalu.

"Dari kasus meninggal ini, sudah kita lakukan tracing ada tiga orang yang positif rapid test. Saat ini sedang menunggu hasil swab test-nya. Semoga saja nanti hasilnya negatif. Kita masih menunggu dari BTKL Yogyakarta," terang Lilik.

Kemudian seorang pendatang dari Jakarta juga menjalani rapid test dan hasilnya positif. Saat ini juga sedang menunggu hasil dari swab test.

"Kami tekankan rapid test belum menjadi diagnosis, baru menjadi test screening awal antibodi. Kita tunggu swab test-nya," imbuh Lilik.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyebutkan enam warganya yang menjalani rapid test tersebut hasilnya positif. Mereka saat ini menunggu hasil tes swab.

"Ada 6 orang yang rapid test-nya positif. Kita sedang menunggu hasil tes lanjutan (swab test) dari BTKL Yogyakarta. Karena tidak mengalami gejala klinis maka mereka kita lakukan isolasi di rumah masing-masing," kata Djoko.

Kokok, sapaan Djoko, mengimbau kepada masyarakat agar terus menaati semua anjuran pemerintah.

"Kita ini tidak tahu apakah kita sehat ataupun tertular. Ketika kita tertular maka kita juga berpotensi menularkan kepada orang lain. Inilah yang kita khawatirkan. Oleh karena itu agar virus ini segera selesai, ikuti setiap anjuran pemerintah," katanya.

Berdasarkan data Posko GTPP COVID-19 Kabupaten Blora per 26 April 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah orang tanpa gejala (OTG) ada 8 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 108 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9 orang. Kemudian jumlah total pemudik di Kabupaten Blora sudah mencapai 26.439 jiwa.

Hasil Rapid Test 2 Santri Temboro Asal Blora Reaktif

BLORA JATENG - Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto menyebutkan dua warga Blora yang merupakan santri dari Temboro, Magetan menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. Kedua santri itu saat ini menunggu hasil tes swab.

"Selanjutnya dua hari lalu, ada tambahan dua reaktif rapid test dari Kecamatan Kradenan. Mereka adalah pendatang dari Pondok Temboro Magetan," ujar Lilik, Senin (27/4/2020).

Menurutnya, ada sekitar 100 santri yang mudik dan sebagian sudah menjalani rapid test.

"Dan diperoleh dua positif rapid," ujarnya.

Lilik menambahkan, hingga saat ini ada satu kasus positif virus Corona (COVID-19) di Blora. Satu pasien itu telah meninggal pada 9 April lalu.

"Dari kasus meninggal ini, sudah kita lakukan tracing ada tiga orang yang positif rapid test. Saat ini sedang menunggu hasil swab test-nya. Semoga saja nanti hasilnya negatif. Kita masih menunggu dari BTKL Yogyakarta," terang Lilik.

Kemudian seorang pendatang dari Jakarta juga menjalani rapid test dan hasilnya positif. Saat ini juga sedang menunggu hasil dari swab test.

"Kami tekankan rapid test belum menjadi diagnosis, baru menjadi test screening awal antibodi. Kita tunggu swab test-nya," imbuh Lilik.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyebutkan enam warganya yang menjalani rapid test tersebut hasilnya positif. Mereka saat ini menunggu hasil tes swab.

"Ada 6 orang yang rapid test-nya positif. Kita sedang menunggu hasil tes lanjutan (swab test) dari BTKL Yogyakarta. Karena tidak mengalami gejala klinis maka mereka kita lakukan isolasi di rumah masing-masing," kata Djoko.

Kokok, sapaan Djoko, mengimbau kepada masyarakat agar terus menaati semua anjuran pemerintah.

"Kita ini tidak tahu apakah kita sehat ataupun tertular. Ketika kita tertular maka kita juga berpotensi menularkan kepada orang lain. Inilah yang kita khawatirkan. Oleh karena itu agar virus ini segera selesai, ikuti setiap anjuran pemerintah," katanya.

Berdasarkan data Posko GTPP COVID-19 Kabupaten Blora per 26 April 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah orang tanpa gejala (OTG) ada 8 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 108 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 9 orang. Kemudian jumlah total pemudik di Kabupaten Blora sudah mencapai 26.439 jiwa.