KLATEN JATENG - Diduga gara-gara lilin, rumah milik Sugiyarti (38), warga Dusun Guguran, Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, terbakar. Kebakaran menewaskan Ismi Yuliani (11 tahun), yang terjebak saat api menyala membakar kasur.

"Korban meninggal karena tidak bisa lari saat api membakar kasur. Luka di bagian leher dan kepala," ungkap Ketua Relawan Kecamatan Karangdowo Husni Thamrin kepada wartawan, Selasa (28/4/2020) pagi.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, membenarkan, kejadian pada Senin (27/4) malam itu menimbulkan satu korban jiwa. "Penyebabnya diduga lilin. Sebab, sebelumnya mati listrik di lokasi," ungkap Sumino.

Rumah dengan luas sekitar 6x8 meter itu tidak terbakar seluruhnya. Yang terbakar hanya kamar tempat tidur korban. "Objek terbakar hanya berukuran 3x3 meter. Pukul 22.30 WIB selesai seluruh penanganan," pungkas Sumino.

Kades Kupang Sutari mengatakan korban meninggal adalah anak berkebutuhan khusus. Di rumah sendirian karena ditinggal ibunya membeli makanan.

"Jadi korban sejak lahir sudah berkebutuhan khusus. Semula listrik mati, dinyalakan lilin, dan ditinggal beli makan. Dan saat pulang, kasur dan lemari korban terbakar," jelas Sutari kepada wartawan.

Jenazah korban dimakamkan pada malam itu juga dan selesai pada Selasa dini hari.

Bocah 11 Tahun di Klaten Tewas Jadi Korban Kebakaran

KLATEN JATENG - Diduga gara-gara lilin, rumah milik Sugiyarti (38), warga Dusun Guguran, Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Klaten, terbakar. Kebakaran menewaskan Ismi Yuliani (11 tahun), yang terjebak saat api menyala membakar kasur.

"Korban meninggal karena tidak bisa lari saat api membakar kasur. Luka di bagian leher dan kepala," ungkap Ketua Relawan Kecamatan Karangdowo Husni Thamrin kepada wartawan, Selasa (28/4/2020) pagi.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, membenarkan, kejadian pada Senin (27/4) malam itu menimbulkan satu korban jiwa. "Penyebabnya diduga lilin. Sebab, sebelumnya mati listrik di lokasi," ungkap Sumino.

Rumah dengan luas sekitar 6x8 meter itu tidak terbakar seluruhnya. Yang terbakar hanya kamar tempat tidur korban. "Objek terbakar hanya berukuran 3x3 meter. Pukul 22.30 WIB selesai seluruh penanganan," pungkas Sumino.

Kades Kupang Sutari mengatakan korban meninggal adalah anak berkebutuhan khusus. Di rumah sendirian karena ditinggal ibunya membeli makanan.

"Jadi korban sejak lahir sudah berkebutuhan khusus. Semula listrik mati, dinyalakan lilin, dan ditinggal beli makan. Dan saat pulang, kasur dan lemari korban terbakar," jelas Sutari kepada wartawan.

Jenazah korban dimakamkan pada malam itu juga dan selesai pada Selasa dini hari.