MOJOKERTO JATIM - Pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dinyatakan positif Corona. Keduanya dievakuasi petugas yang memakai alat perlindungan diri (APD) lengkap untuk diisolasi di rumah sakit.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra membenarkan ada pasutri asal Kecamatan Jetis yang dijemput petugas memakai APD lengkap sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Petugas dari UPT Puskesmas Jetis itu mengevakuasi kedua pasien positif Corona menggunakan mobil ambulans. Saat ini pasutri tersebut diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

"Berdasarkan hasil tes swab yang keluar hari ini, pasutri tersebut positif COVID-19," kata dr Langit saat dikonfirmasi, Jumat (24/5/2020).

Pasutri yang dinyatakan positif Corona tersebut, lanjut dr Langit, yakni pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun. Menurut dia, pasangan ini mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta.

"Mereka pulang dari Jakarta 18 Maret 2020," ujarnya.

Saat pulang dari Jakarta itulah, kata dr Langit, si suami menderita demam dan sakit tenggorokan. Pasien lantas berobat ke dokter di Kecamatan Jetis.

Lima hari kemudian, Senin (23/3) giliran istrinya mengalami gejala yang sama. Perempuan 48 tahun itu memilih berobat ke dokter berbeda di Kecamatan Jetis. Sementara suaminya mulai membaik.

Lantaran tak kunjung sembuh, si istri berobat ke RSUD RA Basuni di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Rabu (25/3). Dokter saat itu mendiagnosanya terkena thypoid lantaran pasien tidak menyampaikan mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta yang menjadi zona merah Corona.

"Baru pada 13 April 2020 petugas puskesmas menerima informasi kalau pasutri itu pulang dari Jakarta. Besoknya (14/4) mereka dirapid test. Hasilnya si suami negatif, si istri positif," terang dr Langit.

Untuk memastikan pasutri tersebut positif atau negatif Corona, mereka dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Rabu (15/4). Setelah diambil contoh swabnya, pasangan ini diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Saat itu kami minta mereka isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil swabnya keluar," jelas dr Langit.

Hasil tes swab pasutri tersebut baru keluar sore tadi. Keduanya dinyatakan positif COVID-19. Sehingga petugas menjemput pasangan ini agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain.

"Besok pagi (25/4) mulai kami lakukan tracing. Sasaran awal kami keluarga serumah pasien, tetangga dekat dan saudara yang pernah dikunjungi," tandas dr Langit.

Dua Orang Pasutri di Mojokerto Positif Corona

MOJOKERTO JATIM - Pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dinyatakan positif Corona. Keduanya dievakuasi petugas yang memakai alat perlindungan diri (APD) lengkap untuk diisolasi di rumah sakit.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra membenarkan ada pasutri asal Kecamatan Jetis yang dijemput petugas memakai APD lengkap sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Petugas dari UPT Puskesmas Jetis itu mengevakuasi kedua pasien positif Corona menggunakan mobil ambulans. Saat ini pasutri tersebut diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

"Berdasarkan hasil tes swab yang keluar hari ini, pasutri tersebut positif COVID-19," kata dr Langit saat dikonfirmasi, Jumat (24/5/2020).

Pasutri yang dinyatakan positif Corona tersebut, lanjut dr Langit, yakni pria 50 tahun dan perempuan 48 tahun. Menurut dia, pasangan ini mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta.

"Mereka pulang dari Jakarta 18 Maret 2020," ujarnya.

Saat pulang dari Jakarta itulah, kata dr Langit, si suami menderita demam dan sakit tenggorokan. Pasien lantas berobat ke dokter di Kecamatan Jetis.

Lima hari kemudian, Senin (23/3) giliran istrinya mengalami gejala yang sama. Perempuan 48 tahun itu memilih berobat ke dokter berbeda di Kecamatan Jetis. Sementara suaminya mulai membaik.

Lantaran tak kunjung sembuh, si istri berobat ke RSUD RA Basuni di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Rabu (25/3). Dokter saat itu mendiagnosanya terkena thypoid lantaran pasien tidak menyampaikan mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta yang menjadi zona merah Corona.

"Baru pada 13 April 2020 petugas puskesmas menerima informasi kalau pasutri itu pulang dari Jakarta. Besoknya (14/4) mereka dirapid test. Hasilnya si suami negatif, si istri positif," terang dr Langit.

Untuk memastikan pasutri tersebut positif atau negatif Corona, mereka dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Rabu (15/4). Setelah diambil contoh swabnya, pasangan ini diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Saat itu kami minta mereka isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil swabnya keluar," jelas dr Langit.

Hasil tes swab pasutri tersebut baru keluar sore tadi. Keduanya dinyatakan positif COVID-19. Sehingga petugas menjemput pasangan ini agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain.

"Besok pagi (25/4) mulai kami lakukan tracing. Sasaran awal kami keluarga serumah pasien, tetangga dekat dan saudara yang pernah dikunjungi," tandas dr Langit.

Tidak ada komentar