PONOROGO JATIM - Pandemi virus corona yang melanda Indonesia sudah mempengaruhi bidang usaha. Banyak perusahaan yang sudah merumahkan karyawan, bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena lesunya ekonomi akibat Covid-19 ini.

Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo, ada 500 karyawan dirumahkan selama virus corona ini melanda. Karena ini merupakan kondisi force majeur, perusahaan dan karyawan harus kembali kepada perjanjian kerja yang telah disepakati sebelumnya. Terlebih mengenai hak dan kewajiban masing-masing dalam situasi ini. “Kesepakatan dua belah pihak, gimana baiknya dalam menyelesaikan disituasi pandemi ini,” kata Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto, Selasa (28/4/2020).

Bidang usaha yang terdampak adalah di sektor industri jasa seperti perhotelan, koperasi simpan pinjam, hingga usaha kecil dan mikro seperti bengkel dan lainnya. Bedianto menyatakan Ponorogo sebenarnya tidak ada perusahaan yang besar. Namun usaha-usaha kecil merumahkan karyawannya. Oleh karena itu, data yang ada sekarang tidak menutup kemungkinan untuk berkembang. “Prinsipnya tidak ada gejolak di Ponorogo.

Baik perusahaan maupun karyawannya pun mengerti situasi yang dihadapi saat ini,” katanya.

Yang kentara pengaruh virus corona dalam perputaran uang di Ponorogo adalah di satu-satunya mall di bumi reyog. Menurut informasi yang didapat, sudah ada puluhan perusahaan tutup sejak corona melanda. Itu disebabkan dari jumlah pengunjung yang merosot tajam. Penurunan pengunjung itu dipengaruhi oleh anjuran Pemerintah untuk tetap di rumah, guna antisipasi potensi penyebaran virua corona. “Penutupan tenant-tenant ini tidak serempak. Bertahap sejak mulai bulan lalu,” pungkasnya.

Dampak Virus Corona, Ratusan Pekerja di Ponorogo Dirumahkan

PONOROGO JATIM - Pandemi virus corona yang melanda Indonesia sudah mempengaruhi bidang usaha. Banyak perusahaan yang sudah merumahkan karyawan, bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena lesunya ekonomi akibat Covid-19 ini.

Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo, ada 500 karyawan dirumahkan selama virus corona ini melanda. Karena ini merupakan kondisi force majeur, perusahaan dan karyawan harus kembali kepada perjanjian kerja yang telah disepakati sebelumnya. Terlebih mengenai hak dan kewajiban masing-masing dalam situasi ini. “Kesepakatan dua belah pihak, gimana baiknya dalam menyelesaikan disituasi pandemi ini,” kata Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto, Selasa (28/4/2020).

Bidang usaha yang terdampak adalah di sektor industri jasa seperti perhotelan, koperasi simpan pinjam, hingga usaha kecil dan mikro seperti bengkel dan lainnya. Bedianto menyatakan Ponorogo sebenarnya tidak ada perusahaan yang besar. Namun usaha-usaha kecil merumahkan karyawannya. Oleh karena itu, data yang ada sekarang tidak menutup kemungkinan untuk berkembang. “Prinsipnya tidak ada gejolak di Ponorogo.

Baik perusahaan maupun karyawannya pun mengerti situasi yang dihadapi saat ini,” katanya.

Yang kentara pengaruh virus corona dalam perputaran uang di Ponorogo adalah di satu-satunya mall di bumi reyog. Menurut informasi yang didapat, sudah ada puluhan perusahaan tutup sejak corona melanda. Itu disebabkan dari jumlah pengunjung yang merosot tajam. Penurunan pengunjung itu dipengaruhi oleh anjuran Pemerintah untuk tetap di rumah, guna antisipasi potensi penyebaran virua corona. “Penutupan tenant-tenant ini tidak serempak. Bertahap sejak mulai bulan lalu,” pungkasnya.