PASURUAN JATIM - Bayi perempuan berstatus PDP Corona meninggal di Kabupaten Pasuruan. Pasien dimakamkan dengan protap COVID-19.

"PDP bayi berusia 40 hari tersebut berasal dari Kecamatan Wonorejo," kata Wakil Sekertaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Rabu (29/4/2020).

Anang mengatakan, bayi tersebut meninggal di RSUD Lawang pada Selasa (28/4), dengan keluhan demam ditambah kejang, sesak nafas dan kesadaran yang terus menurun. Jenazah diperlakukan sesuai protap COVID-19 dan dimakamkan di desanya.

"Ayah dan ibunya sebagai kontak erat kami rapid test, semuanyab negatif," tandas Anang.

Riwayat bayi tersebut mulai sakit panas pada hari Kamis (23/4). Sempat diperiksa bidan desa hingga dibawa ke dokter umum, kemudian diarahkan ke puskesmas.

Pada Senin (27/4) pasien baru dibawa ke Puskesmas Purwosari lantaran demam disertai kejang-kejang. Akan tetapi, karena kondisinya terus menurun, puskesmas menyarankan untuk merujuk ke RSUD Bangil.

"Tapi memilih pulang paksa dan justru membawa bayi tersebut ke RSUD Lawang, dan meninggal di sana," pungkas Anang.

Hingga hari ini, keseluruhan PDP COVID-19 Kabupaten Pasuruan meninggal sebanyak 9 orang. 5 orang dengan hasil swab negatif, 3 orang dengan rapid test reaktif (positif) dan menunggu hasil swab, dan 1 bayi yang baru meninggal dunia.

Kabar Duka, Bayi PDP Corona Di Pasuruan Meninggal Dunia

PASURUAN JATIM - Bayi perempuan berstatus PDP Corona meninggal di Kabupaten Pasuruan. Pasien dimakamkan dengan protap COVID-19.

"PDP bayi berusia 40 hari tersebut berasal dari Kecamatan Wonorejo," kata Wakil Sekertaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Rabu (29/4/2020).

Anang mengatakan, bayi tersebut meninggal di RSUD Lawang pada Selasa (28/4), dengan keluhan demam ditambah kejang, sesak nafas dan kesadaran yang terus menurun. Jenazah diperlakukan sesuai protap COVID-19 dan dimakamkan di desanya.

"Ayah dan ibunya sebagai kontak erat kami rapid test, semuanyab negatif," tandas Anang.

Riwayat bayi tersebut mulai sakit panas pada hari Kamis (23/4). Sempat diperiksa bidan desa hingga dibawa ke dokter umum, kemudian diarahkan ke puskesmas.

Pada Senin (27/4) pasien baru dibawa ke Puskesmas Purwosari lantaran demam disertai kejang-kejang. Akan tetapi, karena kondisinya terus menurun, puskesmas menyarankan untuk merujuk ke RSUD Bangil.

"Tapi memilih pulang paksa dan justru membawa bayi tersebut ke RSUD Lawang, dan meninggal di sana," pungkas Anang.

Hingga hari ini, keseluruhan PDP COVID-19 Kabupaten Pasuruan meninggal sebanyak 9 orang. 5 orang dengan hasil swab negatif, 3 orang dengan rapid test reaktif (positif) dan menunggu hasil swab, dan 1 bayi yang baru meninggal dunia.