MOJOKERTO JATIM - Seorang Pria bernama Patut Martono (63) warga Lingkungan Sinoman Gg 1 No 15, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto diamankan anggota Satreskrim Polresta Mojokerto. Ini setelah pelaku menganiaya kakak iparnya menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur.

Tidak ada yang tahu kronologi awal pelaku melakukan aksi penganiayaan terhadap korban, Maria Magdalena (71). Warga sekitar mengetahui setelah korban berteriak minta tolong dari dalam kamar mandi. Warga yang mendengar teriakan korban langsung mencari tahu asal suara.

“Dari belakang rumah saya ada suara histeris minta tolong. Lalu saya paksa untuk masuk ke dalam rumah korban, ternyata di dalam korban sudah penuh luka dan darah ada di dalam kamar mandi yang terkunci. Bersama warga,” ungkap salah satu warga, Suparman, Rabu (15/4/2020).

Suparman bersama sejumlah warga yang datang ke rumah korban mendobrak pintu pagar karena kondisi saat itu pagar rumah di kunci rapat. Saat warga berhasil masuk, pelaku diduga hendak melarikan diri. Namun berhasil diamankan pihak kepolisian yang datang bersama warga.

“Tadi, pelaku ini kemungkinan mencoba melarikan diri. Wong tadi saat keluar dari rumah tangan pelaku ini berlumur darah. Kami berusaha mengamankan pelaku dan tak lama polisi datang, sedang korban dibawa ke RS Rekso Waluyo. Mereka ini bersaudara, pelaku adalah adik korban. Keduanya juga tinggal bersama,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendy mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus penganiayaan tersebut. “Kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. Motifnya apa? Dugaannya apa? Masih kita dalami,” jelasnya.

Masih kata Kasat, dari hasil pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi di lokasi kejadian, aksi penganiayaan tersebut dilakukan pelaku menggunakan pisau. Korban ditusuk dengan menggunakan pisau di beberapa bagian tubuh korban. Dari lokasi kejadian, pihaknya mengamankan pisau.

“Itu masih saudara adik-kakak, Sementara untuk motif kami belum bisa ketahui masih kita dalami oleh penyidik. Kesaksian awal dari saksi, korban ini ditusuk-tusuk. Ada yang di bagian punggung dan kepala. Untuk kondisi kejiwaan pelaku, nanti biar ahlinya saja yang menjawab,” terangnya.

Aniaya Kakak Ipar Hingga Berdarah, Pria Di Mojokerto Diamankan Polisi

MOJOKERTO JATIM - Seorang Pria bernama Patut Martono (63) warga Lingkungan Sinoman Gg 1 No 15, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto diamankan anggota Satreskrim Polresta Mojokerto. Ini setelah pelaku menganiaya kakak iparnya menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur.

Tidak ada yang tahu kronologi awal pelaku melakukan aksi penganiayaan terhadap korban, Maria Magdalena (71). Warga sekitar mengetahui setelah korban berteriak minta tolong dari dalam kamar mandi. Warga yang mendengar teriakan korban langsung mencari tahu asal suara.

“Dari belakang rumah saya ada suara histeris minta tolong. Lalu saya paksa untuk masuk ke dalam rumah korban, ternyata di dalam korban sudah penuh luka dan darah ada di dalam kamar mandi yang terkunci. Bersama warga,” ungkap salah satu warga, Suparman, Rabu (15/4/2020).

Suparman bersama sejumlah warga yang datang ke rumah korban mendobrak pintu pagar karena kondisi saat itu pagar rumah di kunci rapat. Saat warga berhasil masuk, pelaku diduga hendak melarikan diri. Namun berhasil diamankan pihak kepolisian yang datang bersama warga.

“Tadi, pelaku ini kemungkinan mencoba melarikan diri. Wong tadi saat keluar dari rumah tangan pelaku ini berlumur darah. Kami berusaha mengamankan pelaku dan tak lama polisi datang, sedang korban dibawa ke RS Rekso Waluyo. Mereka ini bersaudara, pelaku adalah adik korban. Keduanya juga tinggal bersama,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendy mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus penganiayaan tersebut. “Kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. Motifnya apa? Dugaannya apa? Masih kita dalami,” jelasnya.

Masih kata Kasat, dari hasil pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi di lokasi kejadian, aksi penganiayaan tersebut dilakukan pelaku menggunakan pisau. Korban ditusuk dengan menggunakan pisau di beberapa bagian tubuh korban. Dari lokasi kejadian, pihaknya mengamankan pisau.

“Itu masih saudara adik-kakak, Sementara untuk motif kami belum bisa ketahui masih kita dalami oleh penyidik. Kesaksian awal dari saksi, korban ini ditusuk-tusuk. Ada yang di bagian punggung dan kepala. Untuk kondisi kejiwaan pelaku, nanti biar ahlinya saja yang menjawab,” terangnya.

Tidak ada komentar