NGANJUK JATIM - Wakil Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. MARHAEN DJUMADI S.E., S.H., M.M., M.BA, mengatakan, 4 warganya positif Covid-19 pada kamis 02/04/2020. Dua orang pasien berasal dari wilayah Gondang, sedangkan sisanya dari Prambon dan Patianrowo.

Saat ini mereka dirawat di RSUD Nganjuk. Diduga mereka terpapar Covid-19 setelah mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-18 Maret lalu.

Hal ini diketahui, saat mereka mengalami batuk-batuk selesai mengikuti pelatihan. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya mereka positif Covid-19. Gerak cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dengan melakukan rapid test kepada keluarga pasien.

Sejauh ini hasilnya negatif. Tapi mereka tetap diharuskan melaksanakan isolasi mandiri. Dengan adanya kejadian ini, MARHAEN DJUMADI ikut prihatin. Harapannya supaya kegiatan yang mengundang massa ataupun kerumunan, meski itu kegiatan formal perlu ditiadakan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk kini berkoordinasi dengan kepala desa, puskesmas dan dinas kesehatan untuk melakukan isolasi, terutama pada daerah sekitar tempat tinggal keempat pasien positif Corona.

Selain itu juga dilakukan tracing atau penelusuran terhadap seluruh kontak yang pernah dilakukan pasien. MARHAEN mengatakan, selain empat positif Covid-19, di wilayah Nganjuk saat ini terdapat  8 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 27 orang dalam pemantauan (ODP).

4 Warga Positif Corona, Wilayah Nganjuk Jadi Zona Merah

NGANJUK JATIM - Wakil Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. MARHAEN DJUMADI S.E., S.H., M.M., M.BA, mengatakan, 4 warganya positif Covid-19 pada kamis 02/04/2020. Dua orang pasien berasal dari wilayah Gondang, sedangkan sisanya dari Prambon dan Patianrowo.

Saat ini mereka dirawat di RSUD Nganjuk. Diduga mereka terpapar Covid-19 setelah mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-18 Maret lalu.

Hal ini diketahui, saat mereka mengalami batuk-batuk selesai mengikuti pelatihan. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya mereka positif Covid-19. Gerak cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dengan melakukan rapid test kepada keluarga pasien.

Sejauh ini hasilnya negatif. Tapi mereka tetap diharuskan melaksanakan isolasi mandiri. Dengan adanya kejadian ini, MARHAEN DJUMADI ikut prihatin. Harapannya supaya kegiatan yang mengundang massa ataupun kerumunan, meski itu kegiatan formal perlu ditiadakan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk kini berkoordinasi dengan kepala desa, puskesmas dan dinas kesehatan untuk melakukan isolasi, terutama pada daerah sekitar tempat tinggal keempat pasien positif Corona.

Selain itu juga dilakukan tracing atau penelusuran terhadap seluruh kontak yang pernah dilakukan pasien. MARHAEN mengatakan, selain empat positif Covid-19, di wilayah Nganjuk saat ini terdapat  8 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 27 orang dalam pemantauan (ODP).