BANYUWANGI JATIM - Seorang perempuan nekat bunuh diri dengan cara meloncat dalam sumur. S (53) warga Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, ditemukan tewas di sumur sekitar rumahnya. Diduga korban memiliki penyakit tak kunjung sembuh.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin membenarkan aksi bunuh diri itu.

"Memang benar adanya kasus bunuh diri itu. Pihak Polsek Bangorejo melakukan pemeriksaan dan olah TKP di lokasi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Menurut saksi mata, aksi bunuh diri itu diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu suami korban mencoba mencari S. Namun setelah dipanggil berulang-ulang, sang suami tak menemukan sang istri.

"Selanjutnya suaminya melihat sumur yang berada di samping rumahnya melihat istrinya di dalam sumur keadaan tengkurap (meninggal dunia)," ujar Kapolsek Bangorejo, AKP Bahrul Anam.

Selanjutnya saksi satu minta bantuan saksi dua untuk mengangkat korban. Saat melakukan aksi bunuh diri, korban memakai baju jas warna pink, celana panjang, celana dalam dan bra.

Hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, polisi menyatakan tewasnya S karena bunuh diri. Tidak ada luka-luka kekerasan. Sementara para saksi mengatakan korban sering mengalami sakit dan tak kunjung sembuh.

"Korban menderita sakit menahun komplikasi dan tidak ada tanda tanda kekerasan terhadap korban," pungkasnya.

Depresi, Warga Banyuwangi Tewas Nyebur Sumur

BANYUWANGI JATIM - Seorang perempuan nekat bunuh diri dengan cara meloncat dalam sumur. S (53) warga Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, ditemukan tewas di sumur sekitar rumahnya. Diduga korban memiliki penyakit tak kunjung sembuh.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin membenarkan aksi bunuh diri itu.

"Memang benar adanya kasus bunuh diri itu. Pihak Polsek Bangorejo melakukan pemeriksaan dan olah TKP di lokasi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Menurut saksi mata, aksi bunuh diri itu diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu suami korban mencoba mencari S. Namun setelah dipanggil berulang-ulang, sang suami tak menemukan sang istri.

"Selanjutnya suaminya melihat sumur yang berada di samping rumahnya melihat istrinya di dalam sumur keadaan tengkurap (meninggal dunia)," ujar Kapolsek Bangorejo, AKP Bahrul Anam.

Selanjutnya saksi satu minta bantuan saksi dua untuk mengangkat korban. Saat melakukan aksi bunuh diri, korban memakai baju jas warna pink, celana panjang, celana dalam dan bra.

Hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, polisi menyatakan tewasnya S karena bunuh diri. Tidak ada luka-luka kekerasan. Sementara para saksi mengatakan korban sering mengalami sakit dan tak kunjung sembuh.

"Korban menderita sakit menahun komplikasi dan tidak ada tanda tanda kekerasan terhadap korban," pungkasnya.

Tidak ada komentar