TRENGGALEK JATIM - Seorang warga Trenggalek tewas di dalam sumur sedalam 10 meter. Korban diduga terpeleset saat mencuci sepeda motor di dekat sumur.

Wakapolsek Karangan Ipda Siswanto, mengatakan korban Handoyo (43) warga Desa/Kecamatan Karangan berhasil dievakuasi pada Minggu (2/2/2020) malam oleh tim sar gabungan.

"Korban berhasil dievakuasi semalam, bersama Basarnas Trenggalek. Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan kami serahkan ke keluarga untuk dimakamkan," kata Siswanto, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, kejadian naas itu bermula pada Minggu sore usai pulang dari ladang korban membersihkan sepeda motornya di dekat sumur. Setelah itu korban tiba-tiba menghilang.

Keluarga dan tetangga korban akhirnya dan melakukan usaha pencarian di sekitar lingkungan, namun tetap tidak ditemukan. warga akhirnya curiga korban tercebur ke dalam sumur, sebab sepeda motornya masih ada di lokasi yang sama.

"Warga curiga korban terpeleset dan tercebur saat berusaha mengambil air dengan timba. Mengingat tembok bibir sumur hanya 50 cm," ujarnya.

Selanjutnya warga menguras air sumur menggunakan mesin pompa diesel. Benar saja, korban akhirnya ditemukan setelah diketahui dua kakinya menyembul di permukaan air.

"Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke kami dan Basarnas," imbuh Ipda Siswanto.

Sementara Komandan Tim Operasi Basarnas Trenggalek Yoni Fariza, mengatakan proses evakuasi korban memakan waktu sekitar satu jam.

"Untuk evakuasi berjalan lancar, hanya saja memang sumurnya cukup sempit," ujar Yoni

Setelah dievakuasi jenazah korban dilakukan visum luar oleh tim medis serta penyelidikan dari kepolisian. Namun karena tidak ditemukan adanya kejanggalan, akhirnya jenazah Handoyo diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Terpleset Saat Cuci Motor, Pria Trenggalek Tewas di Dalam Sumur

TRENGGALEK JATIM - Seorang warga Trenggalek tewas di dalam sumur sedalam 10 meter. Korban diduga terpeleset saat mencuci sepeda motor di dekat sumur.

Wakapolsek Karangan Ipda Siswanto, mengatakan korban Handoyo (43) warga Desa/Kecamatan Karangan berhasil dievakuasi pada Minggu (2/2/2020) malam oleh tim sar gabungan.

"Korban berhasil dievakuasi semalam, bersama Basarnas Trenggalek. Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan kami serahkan ke keluarga untuk dimakamkan," kata Siswanto, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, kejadian naas itu bermula pada Minggu sore usai pulang dari ladang korban membersihkan sepeda motornya di dekat sumur. Setelah itu korban tiba-tiba menghilang.

Keluarga dan tetangga korban akhirnya dan melakukan usaha pencarian di sekitar lingkungan, namun tetap tidak ditemukan. warga akhirnya curiga korban tercebur ke dalam sumur, sebab sepeda motornya masih ada di lokasi yang sama.

"Warga curiga korban terpeleset dan tercebur saat berusaha mengambil air dengan timba. Mengingat tembok bibir sumur hanya 50 cm," ujarnya.

Selanjutnya warga menguras air sumur menggunakan mesin pompa diesel. Benar saja, korban akhirnya ditemukan setelah diketahui dua kakinya menyembul di permukaan air.

"Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke kami dan Basarnas," imbuh Ipda Siswanto.

Sementara Komandan Tim Operasi Basarnas Trenggalek Yoni Fariza, mengatakan proses evakuasi korban memakan waktu sekitar satu jam.

"Untuk evakuasi berjalan lancar, hanya saja memang sumurnya cukup sempit," ujar Yoni

Setelah dievakuasi jenazah korban dilakukan visum luar oleh tim medis serta penyelidikan dari kepolisian. Namun karena tidak ditemukan adanya kejanggalan, akhirnya jenazah Handoyo diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Tidak ada komentar